Legenda Pembuat Gitar "Gibson" Daftarkan Diri Bangkrut

Kompas.com - 02/05/2018, 13:28 WIB
Tampilan situs web produsen gitar Gibson, di-capture pada Rabu (2/5/2018).http://www.gibson.com/ Tampilan situs web produsen gitar Gibson, di-capture pada Rabu (2/5/2018).


KOMPAS.com
Gibson Brands Inc, pembuat gitar legendaris yang produknya antara lain dipakai mendiang Elvis Presley, mendaftarkan diri bangkrut, Selasa (1/5/2018), memakai klausul Chapter 11 Perlindungan Kebangkrutan.

Pendaftaran diri kebangkrutan itu merupakan bagian dari rencana reorganisasi perusahaan lewat kepemilikan baru yang diisi petinggi perusahaan pemberi utang.

Gibson terjerat utang senilai 500 juta dollar AS—setara sekitar Rp 7 triliun—karena salah strategi akusisi bisnis peralatan elektronik di luar negeri. Penjualan tak sesuai perkiraan mengantar perusahaan ini ke posisi keterpurukan keuangan.

Baca juga: Produsen Gitar Gibson Terancam Bangkrut

Perusahaan pembuat gitar ini mendaftarkan kebangkrutan di pengadilan Delaware yang memayungi lokasi basis perusahaan di Nashville.

Dalam rencana yang dipersyaratkan untuk pengajuan perlindungan kebangkrutan, Gibson menyatakan bakal menutup unit bisnis peranti elektronik di luar negerinya dan akan kembali fokus membuat gitar dan industri audio.

"Proses ini akan nyaris tidak terlihat oleh pelanggan, yang semuanya dapat terus mengandalkan Gibson untuk menyediakan produk dan layanan pelanggan yang tak tertandingi," kata Chief Executive Henry Juszkiewicz dalam siaran pers, Selasa, seperti dikutip Reuters.

Juszkiewicz mengakuisisi Gibson pada 1986. Dalam pakta restrukturisasi, pemberi pinjaman senior Gibson seperti Silver Point Capital, Melody Capital Partners LP, dan penyedia dana yang berafiliasi ke KKR Credit Advisor akan menukarkan tagihan utang dengan kepemilikan ekuitas perusahaan setelah reorganisasi.

Gibson menyebut penjualan listriknya tumbuh 10,5 persen selama setahun hingga Januari 2018, senilai 122 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 1,7 triliun.

Memutar balik sejarah, Gibson berdiri pada 1894. Perusahaan ini membuat gitar listrik di Nashville dan Memphis. Adapun gitar akustik Gibson diproduksi di Bozeman, Montana. Setiap tahun, sekitar 170.000 gitar Gibson dijual ke lebih dari 80 negara.

Pada 2014, Gibson membeli usaha peranti konsumer elektronik dari Philips di Hongkong. Akuisisi ini menjadi awal keterpurukan Gibson, termasuk berhadapan dengan likuidasi di Hongkong, Inggris, dan enam negara lain di Eropa, berdasarkan catatan pengadilan per 30 April 2018.

Untuk menjaga perusahaan tetap beroperasi selama proses pengurusan perlindungan kebangkrutan ini, Gibson mendapatkan pinjaman senilai 135 juta dollar AS. Mereka menargetkan proses pengurusan kebangkrutan sudah rampung pada 24 September 2018.




Close Ads X