Bayar Rp 12 Juta Bisa Terbang Sepuasnya Pakai Sriwijaya Air

Kompas.com - 02/05/2018, 22:14 WIB
Pesawat Sriwijaya Air diabadikan saat tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013). TRIBUNNEWS/ DANY PERMANAPesawat Sriwijaya Air diabadikan saat tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013).


JAKARTA, KOMPAS.com
Sriwijaya Air Group meluncurkan program baru bernama Sriwijaya Air Travel Pass. Dengan program ini, masyarakat bisa menikmati layanan penerbangan domestik Sriwijaya Air sepuasnya selama tahun, cukup dengan membayar Rp 12 juta.

"Dengan membayar Rp 12 juta dia (pelanggan) menjadi member. Dia bisa terbang kemana saja dan kapan saja, sehari lima kali (terbang) pun boleh. Tidak ada black out day, jadi kapan pun, kemana pun rute domestik, bebas dilakukan pemegang kartu," ujar Direktur Komersial Sriwijaya Air Grup Toto Nursatyo di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Toto menambahkan, pendaftaran keanggotaan Sriwijaya Travel Pass dapat dilakukan melalui website dan gerai perusahaannya. Dia mengingatkan, program ini sangat terbatas.

Baca juga: Sriwijaya Air Gelar Travel Fair, Surabaya-Labuan Bajo Rp 200.000

Menurut Toto, program ini merupakan inovasi perusahaannya. Latar belakangnya, rata-rata kursi penerbangan Sriwijaya Air terisi 85 persen saja per tahun.

"(Tingkat keterisian kursi penerbangan) 85 persen itu sekitar 12,5 juta (penumpang). Sisanya ada 15 persen seat kosong tiap tahun. Nah kita berpikir (seat kosong) ini mau diapain, karena saat pesawat terbang cost-nya sama, tapi ada seat kosong," ungkap Toto.

Meski demikian, Toto membantah peluncuran program ini berarti ada masalah keuangan di perusahaanya. "Perlu kita luruskan, sampai hari ini Sriwijaya Group sehat secara finansial dan operasional," tegas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, imbuh Toto, biaya keanggotaan Rp 12 juta tersebut tidak membebaskan penumpang dari semua biaya administrasi.

"Setiap terbang penumpang cukup membayar airport tax, asuransi, PPN, biaya administrasi. Misalnya mau ke Denpasar dari (Bandara) Soetta, sekali flight (ada total biaya administrasi) Rp 164.600, kalau ke Yogyakarta Rp 157.000, ke Jayapura Rp 288.000," papar Toto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X