BRI Bukukan Laba Bersih Rp 7,42 Triliun pada Triwulan I 2018 - Kompas.com

BRI Bukukan Laba Bersih Rp 7,42 Triliun pada Triwulan I 2018

Kompas.com - 03/05/2018, 12:45 WIB
Direktur Utama BRI Suprajarto di Istana, Kamis (15/3/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Direktur Utama BRI Suprajarto di Istana, Kamis (15/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang triwulan I 2018, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ( BRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 7,42 triliun. Kinerja tersebut cukup positif mengingat laba bersih BRI pada triwulan I 2017 hanya Rp 6,47 triliun.

Dengan begitu, maka pertumbuhan laba bersih yang didapat BRI sekitar 11,4 persen year on year.

Direktur Utama BRI Suprajarto menjelaskan bahwa salah satu penopang utama kenaikan laba BRI tersebut berasal dari penyaluran kredit yang tumbuh double digit di atas rata-rata industri perbankan Indonesia.

“Pada triwulan I 2018, secara konsolidasi Bank BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 757,68 triliun atau naik sebesar 11,2 persen dibandingkan periode triwulan pertama 2017 sebesar Rp 681,27 triliun. Pencapaian tersebut di atas tingkat pertumbuhan kredit perbankan nasional pada Maret 2018 yang tercatat 8,5 persen,” jelas Suprajarto di kepada awak media di Gedung BRI I Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Suprajarto menambahkan, BRI mampu meningkatkan portofolio pembiayaan ke segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu terlihat dari penyaluran kredit ke segmen UMKM yang tercatat senilai Rp 584,7 triliun atau 77,2 persen dari keseluruhan portofolio kredit BRI.

Pada periode yang sama tahun lalu, portofolio penyaluran kredit BRI ke segmen UMKM tercatat 74,4 persen.

“Ini merupakan bukti nyata komitmen Bank BRI untuk pemberdayaan UMKM di Indonesia sehingga meningkatkan sektor riil,” imbuh Suprajarto. 

Di samping itu, BRI juga berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 22,3 triliun kepada lebih dari 1,1 juta debitur sepanjang triwulan I 2018.

Pencapaian ini tercatat setara 28,1 persen dari target penyaluran KUR yang di-breakdown oleh pemerintah kepada BRI pada 2018, yakni sebesar Rp 79,7 triliun. 

Penyaluran kredit yang tumbuh double digit ini kemudian mampu diimbangi BRI dengan tetap menjaga kualitas kredit. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah, NPL Gross BRI yang tercatat sebesar 2,46 persen.

NPL BRI ini tercatat lebih kecil daripada NPL industri. NPL industri perbankan di Indonesia tercatat 2,75 persen pada Maret 2018. 

Di sisi lain, BRI juga meningkatkan NPL Coverage, dari semula sebesar 172,38 persen pada triwulan I 2017 menjadi 174,81 persen pada triwulan I 2018.

“Ini mengindikasikan bahwa BRI konservatif memandang risiko yang akan datang, sekaligus untuk menjaga tingkat sustainabilitas dan profitabilitas ke depannya,” sambung Suprajarto. 

Kemudian, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI berhasil tumbuh sebesar 12,7 persen ke posisi Rp 827,1 triliun rupiah pada triwulan pertama 2018 dari posisi Rp 734 triliun saat triwulan pertama 2017.

Tingkat pertumbuhan tersebut jauh di atas tingkat pertumbuhan DPK Nasional pada Maret 2018 yang tercatat sebesar 7,7 persen.

Selaras dengan peningkatan DPK, BRI juga mampu meningkatkan dana murah (CASA) menjadi 55,87 persen pada triwulan I 2018 dari sebelumnya 55,17 persen pada periode sama tahun lalu. 

“Dengan kinerja yang cukup kuat tersebut kami optimistis mampu tumbuh secara berkelanjutan dengan tetap fokus terhadap pemberdayaan UMKM, mendorong literasi dan inklusi keuangan ke seluruh penjuru negeri serta menjalankan fungsi sebagai agent of development, ” pungkas Suprajarto.


Komentar
Close Ads X