Klaim Aman "Stressed Test" Kurs Rupiah Rp 20.000 per Dollar AS Dinilai Berbahaya

Kompas.com - 04/05/2018, 18:28 WIB
Ilustrasi Rupiah Melemah TOTO SIHONOIlustrasi Rupiah Melemah


JAKARTA, KOMPAS.com
—Ucapan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso bahwa permodalan perbankan masih aman meski kurs rupiah menembus level Rp 20.000 per dollar AS dinilai berbahaya dan dapat memicu kekhawatiran pelaku pasar.

"Soal statemen OJK saya anggap berbahaya karena bisa mengarahkan sentimen pasar ke (kurs) Rp 20.000 per dollar AS," kata Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/5/2018).

Baca juga: Bagaimana Bila Kurs Rupiah Melemah sampai Rp 20.000 per Dollar AS?

Wimboh pada konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Senin (30/4/2018), menyebutkan, OJK telah melakukan stressed test berupa simulasi yang menguji ketahanan permodalan perbankan bila kurs rupiah terus melemah bahkan ke level Rp 20.000 per dollar AS.

Hasil dari pengujian itu, menurut Wimboh mendapati permodalan perbankan masih aman pada nilai kurs tersebut. Pada forum yang sama, Ketua KSSK yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati langsung menepis bukan berarti kondisi kurs tersebut diharapkan meski hasil simulasi aman.

Menurut Bhima, sebelumnya sudah pernah juga terjadi kejadian serupa. Pada waktu itu, lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) menyampaikan bahwa stressed test dilakukan dengan asumsi rupiah tembus Rp 15.000 per dollar AS.

Baca juga: Rupiah Melemah Lagi Jadi Hampir Rp 14.000, BI Sebut Masih Wajar

Usai pernyataan S&P ramai di media, investor melakukan antisipasi dengan memborong dollar AS dan melepas rupiah, meski nilai tukarnya belum mencapai Rp 15.000.

Bhima berpendapat, saat ini yang paling penting seharusnya adalah menjaga keyakinan (confidence) dan sentimen positif pasar. Meski yang disebut Wimboh adalah dalam konteks stressed test—uji ketahanan sistem perbankan—perlu juga dipikirkan dampak psikologis yang akan mempengaruhi pengusaha, spekulan, dan masyarakat pada umumnya.

"Jadi, sebaiknya stressed test tidak perlu dipublikasikan. Kita butuh confidence, jangan dirusak dengan statemen yang menggiring psikologis investor," tegas Bhima.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Hari Ini ke Luar Kota Enggak Perlu Pakai SIKM Lagi, tetapi...

Mulai Hari Ini ke Luar Kota Enggak Perlu Pakai SIKM Lagi, tetapi...

Whats New
Profil William Tanuwidjaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Profil William Tanuwidjaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Whats New
Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Whats New
Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Whats New
Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Whats New
Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

Whats New
Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X