Dorong Industri Kreatif, Produsen Perkakas Asal AS Gandeng Komunitas DIY

Kompas.com - 05/05/2018, 18:43 WIB
ILUSTRASI: Do It Yourself atau DIY sedang ngetren di Jepang, termasuk di Kota Nagoya. Di sini terdapat toko lifestyle bertema DIY bernama Eight Town yang dibuka sejak 2014. KARAKSA MEDIAILUSTRASI: Do It Yourself atau DIY sedang ngetren di Jepang, termasuk di Kota Nagoya. Di sini terdapat toko lifestyle bertema DIY bernama Eight Town yang dibuka sejak 2014.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren do it yourself (DIY) atau membuat sendiri suatu karya semakin mewabah di Indonesia. Peluang itu dimanfaatkan produsen peralatan dari Amerika Serikat, Stanley Black and Decker (SBD) dengan menggandeng beberapa komunitas DIY.

Country Director Stanley Black and Decker Indonesia, King Hartono Hamidjaja mengatakan, dengan mendorong komunitas tersebut menghasilkan karya-karya otentik, maka industri kreatif bisa lebih berkembang.

"Sebagai produsen peralatan kami sangat mendukung industri kreatif, di mana salah satu jalannya bekerja sama dengan komunitas DIY dalam bentuk support edukasi penggunaan tools dengan aman,” ujar King melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/5/2018).

Oleh karena itu, SBD mendirikan maker space atau ruang karya bagi para pegiat komunitas DIY.

Perusahaan tersebut menggandeng Code Margonda dan lem Crona, di Mall Detos, Depok. Rencananya, pembukaan ruang karya dilakukan pada Selasa (8/5/2018).

"Nantinya ruang karya ini dapat digunakan oleh khalayak umum secara gratis tanpa pungutan biaya," kata King.

Baca juga: Bekraf Targetkan Industri Kreatif Sumbang Rp 1.000 Triliun dari Total PDB

Pembukaan ruang karya bertepatan dengan hari jadi SBD ke-175. Pada event tersebut SBD Indonesia akan menggelar berbagai acara, salah satunya pameran perkakas teknologi terbaru yang bertajuk "Untuk Kalian yang Membangun Indonesia".

Selain itu, SBD juga akan memberi bimbingan dari mentor yang ahli mengenai cara membuat furnitur dari kayu dengan menggunakan peralatan Stanley Black&Decker terhadap anak-anak putus sekolah.

"Workshop untuk anak putus sekolah ini kami harapkan bisa menjadi alternatif keahlian bagi mereka yang bisa ditekuni hingga bisa menjadi penghasilan," kata King.

Di beberapa kota besar, kata King, komunitas-komunitas DIY telah menjadi zona kreatif yang menyebarkan keahlian mereka melalui kelas workshop. Tak pelak, seringkali para inovator muncul dari kegiatan ini.

Di awal tahun, Stanley Black & Decker (SBD) Indonesia, sempat mengumumkan pertumbuhan organik penjualan sepanjang 2017 sebesar 31 persen. Kemudian, di kuartal 1 2018 ini SBD Indonesia membukukan pertumbuhan angka penjualan 34 persen dibandingkan angka penjualan di kuartal 1 2017.

Hal itu didorong dengan keputusan perseroan untuk ekspansi ke timur dengan mendirikan Experience Hub dan Authorized Service Center (ASC) terbesar di Surabaya, Jawa Timur pada Desember tahun lalu.

SBD juga mengincar sektor konstruksi, otomotif, dan industri kreatif terus menunjukkan kinerja yang membaik selama tahun 2017.

"Kami terus berinovasi untuk menjawab tantangan dari setiap industri karena produk SBD sudah digunakan dari kelas DIY, industri otomotif, dan konstruksi. Untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar tersebut SBD berekspansi ke Indonesia Timur dengan membuka ASC di Surabaya," kata King.

Kompas TV Selain pameran kendaraan mewah di IIMS 2018 ternyata ada pameran barang-barang bekas kreatif yaitu Wasteland.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X