Jelang Mudik, Menhub Imbau Bus dan Truk Segera Lakukan "Ramp Check"

Kompas.com - 05/05/2018, 19:03 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika menghadiri acara Himpunan Alumni Mahasiswa Perguruan Tinggi (HIMPUNI) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (5/5/2018). KOMPAS.com/Mutia FauziaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika menghadiri acara Himpunan Alumni Mahasiswa Perguruan Tinggi (HIMPUNI) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (5/5/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan agar bus pariwisata dan truk-truk besar segera melakukan ramchek (uji kelayakan untuk kendaraan bermotor).

Uji kelayakan ini meliputi kondisi rem, ban, stir dan perseneling hingga kelengkapan surat-surat administrasi kendaraan. Sehingga, bus pariwisata dan truk yang sudah tidak layak jalan, baik dari segi usia moda transportasi yang sudah terlalu tua, maupun memang mengalami gangguan teknis, tidak lagi beroperasi.

"Saya minta semua stakeholder melakukan dengan seksama, ramcheck untuk bus pariwisata dan truk-truk besar yang sudah panjang umurnya. Kita lakukan evaluasi melalui ramcheck, saya minta polri untuk mengingatkan mereka yang umurnya sudah panjang buat ngga jalan, kita lakukan law enforcement," ujarnya ketika ditemui Kompas.com selepas acara Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri (HIMPUNI), di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (5/5/2018).

Menhub kembali menegaskan agar pemudik tidak menggunakan kendaraan bermotor, dan memanfaatkan fasilitas trasnportasi umum seperti bus dan kapal.

"Saya imbau untuk pemudik seyogyanya tidak menggunakan motor, tahun lalu 75 persen kecelakaan saat mudik dikarenakan motor," tambahnya.

Kementerian Perhubungan telah menyediakan fasilitas mudik gratis bagi pengguna kendaraan motor dengan kapasitas hingga 60.000. Pengangkutan motor akan menggunakan truk dengan kapasitas 30.000 kendaraan, dan juga kapal laut berjumlah 30.000 motor.

Menhub juga menegaskan pentingnya manajemen waktu ketika mudik agar tidak terjadi kemacetan. Menurutnya, sebaiknya mudik dilakukan lebih awal sebelum H-1 atau H-2 Lebaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Manajemen waktu juga kita tekankan, orang akan pulang minus dua atau tiga sebelum lebaran, saya anjurkan lebih awal," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.