Pasca-Skimming, Rekening Baru di BRI Malah Bertambah 1,7 Juta

Kompas.com - 05/05/2018, 21:00 WIB
Direktur Utama BRI Suprajarto di Istana, Kamis (15/3/2018). KOMPAS.com/IHSANUDDINDirektur Utama BRI Suprajarto di Istana, Kamis (15/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendapatkan penambahan nasabah cukup besar pasca-kejadian skimming yang menimpa beberapa nasabahnya di Kediri, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

"Terhitung sejak akhir Februari hingga akhir April 2018, tercatat jumlah rekning di BRI bertambah 1,7 juta rekening," kata Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo, di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Dengan begitu, total nasabah BRI sampai saat ini adalah sekitar 70 juta dengan nasabah aktifnya berkisar antara 50 juta hingga 55 juta.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Suprajarto justru terkejut dengan pertambahan nasabah pasca-peristiwa skimming tersebut.

"Pertumbuhan nasabah cukup besar akhir-akhir ini. Setelah terjadi skimming malah lebih besar dari pertumbuhan sebelumnya. Ini surprise buat saya dan manajemen," ujar Suprajarto di Gedung BRI I Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Menurut Suprajarto, bertambahnya nasabah BRI tersebut karena BRI serius menangani kejadian skimming dan itu dianggapnya membuat publik percaya dengan BRI.

"Jadi dengan penangkapan bule-bule dan orang Indonesia yang menjadi pelaku skimming itu memberikan kepercayaan ke masyarakat kalau kita serius untuk menangani itu," sambung dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, lanjut Suprajarto, nasabah BRI di akar rumput saat ini masih sangat besar dan itu menjadi pasar milik BRI lantaran keberadaannya yang sampai ke wilayah pelosok Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, puluhan nasabah BRI Kediri terutama di Kecamatan Ngadiluwih kehilangan uang dalam rekeningnya pada beberapa bulan lalu. Setelah ditelusuri, uang di dalam rekening tersebut hilang dengan modus skimming.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lelang 7 Seri SUN Pekan Depan, Pemerintah Targetkan Serap Rp 8 Triliun

Lelang 7 Seri SUN Pekan Depan, Pemerintah Targetkan Serap Rp 8 Triliun

Whats New
Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Kini Boleh Naik Pesawat

Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Kini Boleh Naik Pesawat

Whats New
Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

BrandzView
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Sore Ini

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Sore Ini

Whats New
Penjualan Kendaraan Diprediksi Capai 900.000 Unit Tahun Depan

Penjualan Kendaraan Diprediksi Capai 900.000 Unit Tahun Depan

Whats New
Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Bakal Setop Penjualan Mobil Konvensional pada 2050

Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Bakal Setop Penjualan Mobil Konvensional pada 2050

Whats New
Naik 35 Persen, Laba Bersih BTN Capai Rp 1,52 Triliun pada Kuartal III 2021

Naik 35 Persen, Laba Bersih BTN Capai Rp 1,52 Triliun pada Kuartal III 2021

Whats New
Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Whats New
Lewat 'Transformasi Perluasan Kesempatan Kerja', Kemenaker Kembangkan Kewirausahaan Efektif

Lewat "Transformasi Perluasan Kesempatan Kerja", Kemenaker Kembangkan Kewirausahaan Efektif

Rilis
Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Whats New
Bulog Siap Menyalurkan Jagung Subsidi untuk Peternak

Bulog Siap Menyalurkan Jagung Subsidi untuk Peternak

Whats New
Kurangi Pengangguran, Kemenaker Bentuk Inkubator Kewirausahaan dalam BLK Komunitas

Kurangi Pengangguran, Kemenaker Bentuk Inkubator Kewirausahaan dalam BLK Komunitas

Rilis
Ini Kunci Sukses Bos Radja Cendol, Sempat Hanya KKP hingga Punya Outlet di Hongkong

Ini Kunci Sukses Bos Radja Cendol, Sempat Hanya KKP hingga Punya Outlet di Hongkong

Smartpreneur
Mafia Tanah Berulah, Kementerian ATR/BPN: Kita Kejar Sampai Ujung Langit

Mafia Tanah Berulah, Kementerian ATR/BPN: Kita Kejar Sampai Ujung Langit

Rilis
Squid Game dan Subway, Marketing Popular Culture

Squid Game dan Subway, Marketing Popular Culture

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.