Tahun Depan, Pemerintah Genjot Pembangunan Papua

Kompas.com - 05/05/2018, 22:17 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro bersama Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Agus Murrahman, memberikan penghargaan kepada 11 koperasi di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (31/7/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro bersama Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Agus Murrahman, memberikan penghargaan kepada 11 koperasi di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (31/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyatakan, pemerintah akan menggenjot pembangunan di Papua dan Papua Barat tahun 2019. Hal itu tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019.

Bambang menyatakan, salah satu dari 5 prioritas nasional dalam RKP adalah pengurangan kesenjangan antar-wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman. Dari prioritas itu, salah satunya adalah program percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat.

Kegiatan prioritas yang akan dilakukan antara lain peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, serta peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan kontekstual Papua.

Baca juga : Jokowi Sebut Pembangunan Papua Bukan soal Jumlah Anggaran, melainkan...

"Tiga kegiatan prioritas lainnya adalah pengembangan komoditas unggulan dan pariwisata hulu-hilir," kata Bambang dalam pernyataannya, Sabtu (5/5/2018).

Selain itu, akan dilakukan pula peningkatan infrastruktur dasar, TIK, dan konektivitas antarprovinsi, kabupaten atau kota, distrik dan kampung, serta peningkatan tata kelola dan kelembagaan.

Dalam RKP 2019, pemerintah menetapkan sasaran makro pembangunan tahun 2019 antara lain menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4-5,8 persen, tingkat kemiskinan 8,5-9,5 persen, dan rasio gini 0,38-0,39.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 71,89 dan tingkat pengangguran terbuka 4,8-5,2 persen. Tahun 2019 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMN 2015-2019.

"RKP 2019 fokus pada optimalisasi pemanfaatan seluruh sumber daya (pemerintah, swasta, perbankan), untuk mengejar pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan nasional dalam RPJMN 2015-2019," kata Bambang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X