Insentif Tak Menarik, Perusahaan Pilih Riset di Luar Indonesia

Kompas.com - 08/05/2018, 15:25 WIB
Ilustrasi riset THINKSTOCKS/DEVONYUIlustrasi riset


JAKARTA, KOMPAS.com
—Insentif bagi perusahaan yang fokus melakukan riset dan pengembangan di Indonesia dinilai belum menarik. Banyak perusahaan pun ditengarai memilih melaksanakan riset di luar negeri.

"Kami wawancara beberapa perusahaan di Indonesia, mereka beberapa melakukan riset di luar negeri karena lebih menarik insentifnya," kata Program Director Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya, Selasa (8/5/2018).

Baca juga: Paten Naik 10 Persen, Ekonomi Tumbuh 1,67 Persen

Wawancara yang Berly lakukan itu adalah dalam rangka riset untuk mengukur peran investasi di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta paten terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Jadi, orang kita saja risetnya di luar negeri, apalagi (perusahaan asal) negara asing," ujar Berly dalam diskusi di Upper Room, Jakarta.

Salah satu faktor pendukung untuk memajukan sektor TIK adalah inovasi yang dimunculkan melalui riset dan pengembangan.

Berly mencontohkan, perusahaan yang fokus melaksanakan riset di Malaysia bisa mendapatkan insentif berupa tax holiday selama 5 tahun.

Di Jepang dan Korea Selatan, lanjut Berly, kebijakan insentif akan ditambah jika perusahaan yang melaksanakan riset berkolaborasi dengan universitas atau lembaga riset lokal.

Baca juga: Menperin Sebut Apple Bakal Buka 3 Pusat Riset Lagi di Indonesia  

"Perusahaan yang melakukan riset di Indonesia, cuma dapat (insentif) 1 tahun tax allowance, jadi memang belum terlalu menarik," tutur Berly.

Meski begitu, Berly mengapresiasi langkah pemerintah yang telah meluncurkan peta jalan Industri 4.0.

Dalam peta jalan tersebut, ada poin yang mengatur pemberian insentif bagi investasi sektor teknologi sehingga diharapkan bisa jadi daya tarik bagi perusahaan untuk melakukan riset di Indonesia.

"Kami juga merekomendasikan agar Kementerian Keuangan meningkatkan anggaran untuk aktivitas penelitian dan pengembangan serta menyediakan insentif fiskal yang kompetitif, terutama bagi aktivitas litbang swasta," ujar Berly.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X