Kemenperin Dorong Bintan Jadi "Pusat Perbelanjaan" Bagi Investor

Kompas.com - 08/05/2018, 16:31 WIB
Seremoni ground breaking pelabuhan Bintan Offshore Marine Centre (BOMC) di kawasan industri Bintan Inti Industrial Estate, Lobam Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (8/5/2018). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIASeremoni ground breaking pelabuhan Bintan Offshore Marine Centre (BOMC) di kawasan industri Bintan Inti Industrial Estate, Lobam Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (8/5/2018).

BINTAN, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, Bintan salah satu wilayah yang potensial untuk berinvestasi.

Letaknya yang strategis di Selat Phillips mudah diakses dari negara-negara tetangga. Apalagi sebentar lagi akan dibangun Bintan Offshore Marine Centre, pusat logistik di kawasan industrial Bintan Inti Industrial Estate, Lobam Bintan Utara, yang akan menunjang proyek lepas pantai.

"Kita harapkan adanya fasilitas BOMC nanti akan menarik yang lain. Bintan punya potensi lokasi yang sangat strategis, kita harus manfaatkan ini," ujar Putu dalam acara Ground Breaking BOMC di kawasan industri Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (8/5/2018).

Putu mengatakan, dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kegiatan di sektor minyak dan gas di Indonesia menurun.

Menurut dia, Indonesia perlu penambahan investasi untuk menguatkan sektor tersebut. Untuk mempermudah investor datang, maka Indonesia, khususnya Bintan, harus menyediakan tempat di mana semua kebutuhan investor tersedia. Ia mengibaratkan seperti pusat perbelanjaan di mana semua kebutuhan serba tersedia.

"Kita harus bermental seperti memiliki shopping mall. Sehingga investor kayak dia masuk ke mall, semuanya sudah siap," kata Putu.

Di samping itu, kata Putu, biasanya investor butuh pelaku usaha yang sudah punya nama. Selayaknya tenant ternama di pusat perbelanjaan yang akan menarik minat pengunjung untuk datang ke sana. Pengoperasian BOMC dikelola oleh Qube Holdings, penyedia jasa impor dan ekspor logistik asal Australia.

"Itu yang jadi harapan kita. Bintan makin banyak investor yang masuk dan pelaku usaha terkenal yang mau datang," kata Putu.

Jika tidak menyesuaikan situasi global, maka Indonesia bisa kalah saing dengan negara tetangga, seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina. Putu mengatakan, jika investor kurang nyaman berinvestasi di Indonesia, maka akan berpaling ke negara lain yang lebih mudah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) dan Tenaga Kerja Bintan Hasfarizal Handra mengatakan, investor yang akan datang melalui BOMC akan mendukung perekonomian Bintan. Ia memastikan pihaknya mendorong dan menempatkan invetasi sebagai suatu hal yang penting bagi daerah mereka.

"Dengan investasi akan memberi kesempatan kerja masyarakat Bintan dan penduduk Provinsi Kepulauan Riau," kata Hasfarizal.

Apalagi, BIIE termasuk kawasan objek nasional yang memudahkan langsung investasi industri. Ia berharap tenaga kerja lokal akan lebih banyak terserap dalam proyek tersebut.

"BOMC katanya akan menyerap tenaga kerja 600-1000 orang. Srbuah peluang yang akan diterima Bintan, khususnya masyarakat Kepulauan Riau," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X