Sehari, 55 Truk Tertilang karena "Overload" di Tol Cikampek

Kompas.com - 08/05/2018, 19:51 WIB
Ilustrasi truk barang KOMPAS/YULVIANUS HARJONOIlustrasi truk barang


BEKASI, KOMPAS.com
—Jajaran petugas PT Jasa Marga dan aparat terkait menghentikan 77 truk berat di Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (8/5/2018), karena diduga kelebihan beban. Penghentian tepatnya terjadi di ruas Karawang arah Cikampek, Jawa Barat.

"Dari 77 unit kendaraan truk yang kami stop di area razia KM 59A, 55 di antaranya melanggar ketentuan beban muatan di atas 10 ton," kata staf Humas PT Jasa Marga Jakarta-Cikampek Irwansyah di Kantor Jasa Marga Jakarta-Cikampek Rawapanjang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, seperti dikutip Antaranews.

Baca juga: Sopir Truk Mengeluh Banyak Pungli, Presiden Jokowi Perintahkan Sikat Semuanya

Menurut Irwansyah, beban muatan yang diperbolehkan melintasi Tol Jakarta-Cikampek maksimal 10 ton guna menghindari perlambatan kecepatan pada arus lalu lintas di jalan tol.

"Adapun 22 truk yang dinyatakan tidak overload, diketahui (melintas) berkecepatan di bawah standar 60 kilometer per jam dan dikenakan sanksi teguran," imbuh Irwansyah.

Sementara itu, truk yang kedapatan kelebihan muatan dikenakan sanksi tilang oleh petugas patroli jalan raya (PJR). Dari 55 truk itu, imbuh Irwansyah, sebagian di antaranya juga telah dimodifikasi dimensinya.

Baca juga: Wakapolri Tantang Sopir Truk Rekam Polisi yang Terima Pungli

"Yang over dimensi juga kami kenakan tilang sebab membahayakan pengguna jalan lainnya," ujar Irwansyah.

Selain soal rentan memperlambat laju arus kendaraan di jalan tol, kendaraan yang kelebihan beban juga merupakan salah satu penyebab utama kerusakan konstruksi jalan.

"Beban tonase yang berat kerap membuat badan jalan tol rusak, ditambah lagi faktor cuaca yang bila terjadi hujan dengan intensitas panjang bisa mempercepat kerusakan badan jalan," papar Irwansyah.

Baca juga: Pengelola Harus Berani Larang Truk Overload Masuk Tol

Operasi penghentian kendaraan terindikasi kelebihan muatan di jalan tol ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (10/5/2018) di lokasi acak. Kendaraan yang sudah lebih dulu terkena tilang kelebihan beban akan diberi stiker penanda.

"Apabila di kemudian hari (kendaraan berstiker itu) kedapatan (melakukan) pelanggaran lagi maka akan dikeluarkan di pintu tol terdekat," imbuh Irwansyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
Erick Thohir: Belum Ada Rencana Pemerintah Naikkan Pertalite

Erick Thohir: Belum Ada Rencana Pemerintah Naikkan Pertalite

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.