Sumber Daya Manusia Menurut Menkeu Sri Mulyani...

Kompas.com - 08/05/2018, 21:51 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawti saat berbicara di acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawti saat berbicara di acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016).


JAKARTA, KOMPAS.com
—Dalam sejumlah kesempatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kerap menyinggung topik sumber daya manusia. Dari yang normatif, utopis, sampai menghunjam telak, pernah terjadi, bahkan dalam bulan yang masih berjalan ini saja.

“Secara historis menunjukkan serta membuktikan bahwa tidak ada suatu negara di dunia ini yang bisa maju tanpa ada kualitas sumber daya manusianya,” tulis Sri Mulyani di fan page terverifikasi di Facebook, Senin (7/5/2018) malam.

Namun, lanjut Sri Mulyani, membangun sumber daya manusia butuh kebijakan yang tepat serta pemerintahan yang memiliki komitmen terhadap sumber daya manusia dan kemampuan menerjemahkan kebijakan menjadi realitas.

Baca juga: Riset Media: Sri Mulyani Tokoh Perempuan Paling Berpengaruh di Media Massa

Terlebih lagi, ungkap Sri Mulyani, Indonesia juga harus diakui memiliki sejumlah ketertinggalan, yang salah satunya adalah infrastruktur.

Soal timing

Menuliskan sari pati dari pidato kuncinya dalam acara Seminar Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada hari yang sama, Sri Mulyani menegaskan bahwa membangun sumber daya manusia itu harus berhitung cermat soal waktu.

“Di dalam mengelola sumber daya manusia; waktu (timing) menjadi suatu hal yang sangat penting. Pengelolaan dalam masa-masa awal ketika manusia lahir adalah masa-masa yang krusial dalam pembentukan karakter manusia tersebut ke depannya,” tegas Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Saat Saya Jadi Mahasiswa, Hidup Lebih Sederhana...

Sama-sama tertinggal, ungkap menteri yang memiliki nama panggilan Ani ini, waktu merupakan pembeda di antara upaya membangun sumber daya manusia dan infrastruktur.

“Infrastruktur, misalnya jembatan. Kalau tertunda (pembangunannya), aktivitas ekonomi akan berkurang. Tetapi masih bisa ditunda, kalau tidak hari ini, mungkin bisa minggu depan,” ujar dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani IndrawatiKOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Sebaliknya, terlambat membangun sumber daya manusia sedini mungkin menurut Sri Mulyani berarti kehilangan besar.

“Kalau manusia dari awal tidak diinvestasikan dengan baik, maka sesudah melewati 3 tahun pertama dalam hidupnya bisa jadi terlambat. Karena sesudah lewat masa itu otaknya sudah tidak lagi berkembang,” ungkap Sri Mulyani.

Sudah begitu, pembangunan sumber daya manusia pun harus dilakukan menyeluruh dan semaksimal mungkin. Karenanya, ujar Sri Mulyani, alokasi anggaran 20 persen untuk pendidikan harus benar-benar tepat sasaran dan penggunaan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X