Dana Asing dari Pasar Domestik Kabur ke China?

Kompas.com - 09/05/2018, 08:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (8/5/2018) melemah 1,88 persen ke level 5.774,72.

Investor asing masih keluar dengan nilai penjualan alias net sell sebesar Rp 180,89 miliar pada kemarin. Sementara, sejak awal tahun hingga saat ini, dana asing telah keluar sebanyak Rp 36,41 triliun.

Mengutip Kontan.co.id, Rabu (9/5/2018), analis Royal Investium Sekuritas Indonesia Wijen Ponthus menyatakan, pelemahan indeks bukan hanya dipengaruhi oleh depresiasi nilai tukar rupiah. Pasalnya, rupiah menembus level Rp 14.000 sudah diprediksi dan bukan sesuatu yang mengejutkan.

Yang mengejutkan justru beredar rumor bahwa dana yang keluar alias outflow tersebut pindah ke China, setelah negara tersebut masuk dalam MSCI Index.

“Saya belum konfirmasi kepastiannya. Jadi ada info semakin banyak outflow dari Indonesia ke China. Ini yang membuat IHSG turun cukup dalam,” kata Wijen di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/5).

Dia menyatakan, meski ada potensi bahwa China menjadi tujuan, namun ia melihat pertumbuhan ekonomi China bukan hal yang luar biasa. Pasalnya, ekonomi China sudah bertumbuh beberapa tahun sebelumnya, jadi bukan sesuatu yang luar biasa.

“Mereka pindah karena keharusan mereka masuk ke sana dan masuk dalam portfolio mereka,” tutur Wijen.

Meski demikian, kini China menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asa. Hal ini bisa menjadi alasan bahwa banyak fund asing yang akhirnya melirik negeri tirai bambu tersebut, sebagai tujuan investasi.

“Ada portofolio baru dari index MSCI, sehingga bobot mereka ada yang dikurangi,” imbuhnya.

Wijen menambahkan, saat ini banyak orang melihat tren bearish pada indeks. Padahal, apabila dilihat secara historis, pada tahun politik, biasanya indeks cenderung mendaki. Menurutnya, rata-rata selama empat periode pemilihan umum, indeks terus naik.

“Harusnya 2018 ini akan naik lagi, dan kenaikan ini masih in line,” katanya.

Dia memperkirakan, secara teknikal, IHSG pada tahun depan bisa mencapai level 6.800-7.000. Sedangkan, indeks pada pekan depan, diprediksi bisa berada pada range support 5.650-5.675 dengan downside yang sangat terbatas.

Wijen melihat, koreksi minor yang terjadi pada indeks sudah cukup dalam. “Ini adalah koreksi yang dalam dan ini sudah dekat dengan bottom. Sepertinya ini adalah momen terakhir untuk bisa dapat saham murah terutama blue chips,” imbuhnya.

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Dana outflow dari domestik pindah ke China?




Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Mulai Hari Ini ke Luar Kota Enggak Perlu Pakai SIKM Lagi, tetapi...

Mulai Hari Ini ke Luar Kota Enggak Perlu Pakai SIKM Lagi, tetapi...

Whats New
Profil William Tanuwijaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Profil William Tanuwijaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Whats New
Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Whats New
Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Whats New
Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Whats New
Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

Whats New
Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X