Rupiah Terus Melemah, Ini Komentar Jokowi

Kompas.com - 09/05/2018, 19:40 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan program Peremajaan Sawit Rakyat seluas 25.423 hektare di Provinsi Riau. Acara peresmian berlaku di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5/2018). KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Joko Widodo meresmikan program Peremajaan Sawit Rakyat seluas 25.423 hektare di Provinsi Riau. Acara peresmian berlaku di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, permasalahan depresiasi mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut dia, negara lain juga mengalami hal serupa seperti Indonesia.

"Semua negara mengalami hal yang sama," ujar Jokowi di Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5/2018).

Jokowi menuturkan, depresiasi mata uang terjadi salah satu faktornya karena terjadinya perang dagang antara Amerika dan China.

"Kenaikan suku bunga AS yang mereka memastikan mungkin ada tiga atau empat kali, semua negara ini mengalami hal yang sama," kata Jokowi.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 14.000, DPR akan Panggil Sri Mulyani hingga BI

Nilai tukar rupiah sore ini melemah terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 14.084 per dollar AS.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 2,3 persen atau 133,22 poin di posisi 5.907,94. Sebanyak 226 saham diperdagangkan menguat, 185 saham melemah dan 93 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 9,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,14 triliun. Adapun net sell oleh investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 328,17 miliar dan di pasar reguler Rp 202,43 miliar.




Close Ads X