BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Strategi Hadapi Gejolak Bursa

Kompas.com - 09/05/2018, 22:02 WIB
Jajaran Direksi BPJS Ketenagakerjaan saat memberikan Pemaparan Hasil Audit Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2017 di Menara Jamsostek, Selasa (8/5/2018). KOMPAS.com/Mutia FauziaJajaran Direksi BPJS Ketenagakerjaan saat memberikan Pemaparan Hasil Audit Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2017 di Menara Jamsostek, Selasa (8/5/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com
—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengklaim sahamnya tumbuh 1,23 persen sepanjang 2018 (year to date), di tengah gejolak pasar modal pada saat ini. Namun, strategi khusus juga disiapkan untuk mengantisipasi dinamika lanjutan bursa.

"Di tengah melemahnya kondisi IHSG kami masih dapat tumbuh sebesar 1,23 persen dari posisi awal tahun 2018. Tentu saja ini didukung oleh pencapaian iuran, dan strategi investasi yang tepat," ujar Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Amran Nasution, Rabu (9/5/2018).

Lewat siaran pers, Amran mengatakan, BPJS memproyeksikan dana kelolaan per Maret 2018 dapat mencapai Rp 327 triliun bila tak ada gejolak pasar saham. Namun, proyeksi menambah dana kelolaan itu meleset karena terjadi gejolak di bursa.

Baca juga: BEI: Dana Investor Pasar Modal Tidak Kabur ke Luar Negeri, tapi Beralih ke Obligasi

Meski demikian, BPJS Ketenagakerjaan tetap menyiapkan strategi khusus mengantisipasi gejolak pasar modal. Wujudnya antara lain diversifikasi portofolio, khususnya pada instrumen yang terkena dampak paling minimal atau berpeluang mendapatkan pertumbuhan pada kondisi pasar seperti saat ini.

“Bank Indonesia kemungkinan akan meningkatkan suku bunga acuan yang akan berdampak positif pada Instrumen Pendapatan Tetap, yaitu Surat Utang dan Deposito," kata Amran.

Amran mengatakan, sebanyak 71 persen portofolio pendapatan tetap mereka tempatkan pada Surat Utang dan Deposito yang memiliki dampak minimal terhadap gejolak indeks harga saham gabungan (IHSG). Portofolio pendapatan tetap itu, sebut dia, merupakan core portfolio.

"Kami selalu menjaga agar tetap matching dengan kebutuhan likuiditas dan liabilitas dari setiap program yang dikelola," kata Amran.

Baca juga: Pasar Saham Bergejolak Gerus Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan Rp 16 Triliun

Menurut Amran, BPJS Kesehatan juga memungkinkan penggunaan strategi building pada saham-saham yang mengalami penurunan harga tetapi memiliki fundamental yang bagus. Valuasi saham yang menarik jadi pertimbangan, ujar dia, tetapi penekanan tetap pada kelayakan fundamental, potensi pertumbuhan jangka panjang, dan prinsip kehati-hatian.

Amran menambahkan, pasar modal Indonesia pada masa lalu juga pernah mengalami gejolak. Namun, BPJS Ketenagakerjaan dapat menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Menurut dia, portofolio BPJS Ketenagakerjaan memiliki prospek jangka panjang yang baik. Selain itu, kata dia, mereka didukung kondisi fundamental Indonesia yang masih positif sehingga diharapkan tidak butuh waktu lama bagi pasar modal untuk kembali pulih.

“Kondisi market tidak dapat kita duga, tinggal bagaimana investor memanfaatkan momentum," kata Amran.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X