Kompas.com - 10/05/2018, 20:10 WIB
Manager Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto saat berada di KA Solo Express di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniManager Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto saat berada di KA Solo Express di Stasiun Solo Balapan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018).

SOLO, KOMPAS.com - PT KAI memanfaatkan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo Express untuk angkutan Lebaran 2018. Pemanfaatan operasional KA Bandara karena belum rampungnya pembangunan jalur kereta itu.

"Ini selama belum difungsikan sebagai kereta bandara, dari pada tidak beroperasi kita manfaatkan," terang Manager Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto di Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018).

KA Bandara akan melayani rute Stasiun Solo Balapan - Stasiun Kutoarjo (PP). Kereta jenis KRDE ini terdiri dari empat gerbong kereta dengan kapasitas 393 orang penumpang duduk dan berdiri.

"Kereta ini baru didatangkan dari PT Inka. Karena ini menjelang Lebaran secepatnya akan kita operasionalkan," katanya.

Baca juga: Ada KA Bandara Solo, Menhub Berharap Penumpang Adi Soemarmo Naik 30 Persen

Pengoperasian KA Bandara tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan KA Prambanan Ekspres (Prameks). Apabila jalur kereta bandara nanti selesai dibangun, KA Solo Express akan melayani rute Bandara Adi Soemarmo - Solo Balapan - Stasiun Kutoarjo.

KA Solo Express saat ini masih proses ujicoba dan sertifikasi Ditjen Perkeretaapian. Ini merupakan rangkaian sebelum kereta api tersebut diresmikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita lebih mematangkan sarananya dulu. Kita ujicoba. Kan ini (kereta api) baru masuk dari Inka," kata Eko.

Proses sertifikasi tersebut tidak hanya untuk awak kereta api. Tetapi juga sarana dan prasarana termasuk masinis dan asisten masinis yang mengoperasikan kereta api.

"Proses sertifikasi kereta api bisa secepatnya dilakukan. Sehingga sebelum angkutan Lebaran bisa beroperasi," cetusnya.

"Tapi proses operasional kereta api harus ada sertifikasi. Harus ada uji teknis, statis supaya saat dioperasionalkan nanti aman," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.