Ini Saham-saham Lapis Kedua yang Layak Dilirik Investor

Kompas.com - 11/05/2018, 06:05 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski hari Rabu (9/5/2018) indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat rebound dengan kenaikan yang fantastis, yakni 133 poin, kondisi pasar modal Indonesia bisa dikata sedang dalam tekanan.

Tapi bukan berarti investor tidak bisa masuk. Beberapa analis justru menyarankan bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk masuk, saat valuasi beberapa saham sedang murah. Tak hanya itu, investor bisa juga bisa mengincar saham-saham second liner, bukan cuma saham-saham big cap.

Mengutip Kontan.co.id, Jumat (11/5/2018), Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengungkapkan, saham-saham lapis kedua atau second liner yang layak untuk dilirik investor berasal dari industri pertambangan dan telekomunikasi.

DOID yang merupakan emiten yang berada di sektor pertambangan batubara dengan potensi kenaikan yang cukup tinggi dengan PER yang cukup rendah dan permintaan batubara yang secara global cukup tinggi bisa mempengaruhi kinerja DOID ke depan.

Kemudian dari sisi produksi juga cukup signifikan, dengan cuaca hujan yang sudah rendah saat ini sehingga produksi bisa ditingkatkan.

“Untuk PER-nya sendiri DOID saat ini sebesar 11,95x dan ini sudah cukup rendah. Secara teknikal pun saham DOID memperlihatkan potensi uptrend,” ujar Nafan, Kamis (10/9).

Dalam jangka panjang, Nafan memberi target harga DOID bisa mencapai Rp 1.390 per saham. Dalam sesi penutupan perdagangan Rabu (9/5/2018), harga saham DOID ditutup di harga Rp 880 per saham, naik 1,15 persen dibanding level penutupan hari sebelumnya.

Sektor pertambangan sendiri dipandang Nafan, didukung oleh permintaan yang lebih tinggi lagi jelang musim dingin di akhir tahun. Kebutuhan batubara, baik untuk domestik dan global juga masih tetap besar. Terutama bagi kebutuhan dalam negeri, di mana pembangunan pembangkit listrik terus berlangsung sehingga membutuhkan banyak pasokan batubara.

Sementara, untuk LINK sendiri pergerakan secara teknikal tidak begitu downtrend. Meski dalam penutupan perdagangan Rabu (9/5/2018) ditutup melemah 0,25 persen, namun pelemahannya kecil dan masih memiliki potensi untuk tumbuh ke depannya.

Dari sisi fundamental, pelanggan LINK setiap tahun terus meningkat, tercermin dari peningkatan pendapatan LINK di kuartal I-2018 sebesar 12 persen. Pertumbuhan kinerja terutama ditopang oleh peningkatan pelanggan internet dan TV berbayar.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

Spend Smart
Anggaran Bansos APBN 2022 Naik Rp 18,6 Triliun, Totalnya Jadi Rp 431,5 Triliun

Anggaran Bansos APBN 2022 Naik Rp 18,6 Triliun, Totalnya Jadi Rp 431,5 Triliun

Whats New
Cara Membuat SKCK Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Cara Membuat SKCK Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Calon Investor Bertambah, Wanaartha Life Belum Sampaikan Skema Pembayaran

Calon Investor Bertambah, Wanaartha Life Belum Sampaikan Skema Pembayaran

Whats New
Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

Whats New
Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

Work Smart
Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

Whats New
Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Whats New
Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Whats New
Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 Per Saham

Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 Per Saham

Whats New
CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

Whats New
Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Whats New
Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.