Sri Mulyani: Pemerintah Jaga APBN sebagai Pilar Stabilitas Ekonomi

Kompas.com - 11/05/2018, 21:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com—Bank Indonesia (BI) melempar sinyal kemungkinan menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reserve Repo Rate, Jumat (11/5/2018). Rupiah pun ditutup menguat di pasar spot pada akhir perdagangan Jumat.

Bagaimana dengan langkah pemerintah sebagai penjaga kebijakan fiskal?

“Pemerintah akan terus menjaga pelaksanaan APBN sehingga menjadi pilar stabilitas, sehingga dalam kondisi dinamis dan bergejolak kita mampu memberikan keyakinan ke masyarakat, pelaku usaha, dan pasar sehingga tidak ada tambahan gejolak,” tegas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jumat, saat konferensi pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, lewat siaran pers, Gubernur BI Agus DW Martowardojo Bank Indonesia (BI) menyatakan kemungkinan menaikkan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate). Namun, BI juga akan konsisten mendorong berjalannya mekanisme pasar secara efektif dan efisien, dengan kepastian ketersediaan likuiditas rupiah dan valuta asing (valas).

Baca juga: Rupiah Tak Lagi Sesuai Fundamental, BI Buka Ruang Naikkan Suku Bunga Acuan

"Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir sudah tidak lagi sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini. Bank Indonesia akan secara tegas dan konsisten mengarahkan dan memprioritaskan kebijakan moneter pada terciptanya stabilitas," ujar Agus.

Menurut Agus, operasi moneter di pasar valus juga akan terus dilanjutkan untuk meminimalkan volatilitas nilai tukar rupiah. "Agar keyakinan pelaku ekonomi dapat dipastikan tetap terjaga," ujar Agus.

Temporer yang harus diwaspadai

Jika kenaikan suku bunga acuan itu terealisasi, pertumbuhan ekonomi juga dikhawatirkan bakal terdampak. Terlebih lagi, ekonomi baru tumbuh 5,06 persen pada kuartal I/2018, sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik, yang itu belum sesuai dengan ekspektasi pemerintah dan BI.

Ilustrasi rupiah dan dollar ASTHINKSTOCKS Ilustrasi rupiah dan dollar AS

Menurut Sri Mulyani, dalam beberapa pekan terakhir ini volatilitas perekonomian nasional dan global meningkat tinggi akibat kenaikan suku bunga acuan The Fed dan sejumlah kebijakan internasional.

“Semua itu membuat capital flow dari semua negara menuju Amerika Serikat,” kata Sri Mulyani.

Dinamika tersebut, lanjut Sri Mulyani, dilihat sebagai situasi temporer tetapi harus tetap diwaspadai. Di satu sisi diinterpretasikan, perbaikan ekonomi Amerika menyebabkan policy adjustment mereka yang berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Blokir Kartu ATM BRI lewat HP Tanpa ke Bank

Cara Blokir Kartu ATM BRI lewat HP Tanpa ke Bank

Earn Smart
Ini Usul DPR dan Pengamat agar Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Optimal

Ini Usul DPR dan Pengamat agar Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Optimal

Whats New
Digiasia dan Reliance Group Kolaborasi Luncurkan ReliPay

Digiasia dan Reliance Group Kolaborasi Luncurkan ReliPay

Whats New
Kembangkan Desa Perikanan Cerdas, KKP Gandeng FAO

Kembangkan Desa Perikanan Cerdas, KKP Gandeng FAO

Rilis
Menteri Investasi Ajak Negara G20 Ambil Peran Pemulihan Ekonomi Global

Menteri Investasi Ajak Negara G20 Ambil Peran Pemulihan Ekonomi Global

Whats New
Jamin Suplai ke Kilang Pertamina, Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan Dimulai

Jamin Suplai ke Kilang Pertamina, Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan Dimulai

Whats New
Mendag Zulhas: Saya Sedih Petani Jual Sawit ke Malaysia

Mendag Zulhas: Saya Sedih Petani Jual Sawit ke Malaysia

Whats New
Tips Berburu Barang Elektronik Idaman ala Aulion di Puncak Kampanye Shopee 7.7 Mega Elektronik Sale

Tips Berburu Barang Elektronik Idaman ala Aulion di Puncak Kampanye Shopee 7.7 Mega Elektronik Sale

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Melemah

IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Melemah

Whats New
Pelemahan Rupiah akan Berlanjut Sampai Rp 16.000, Ini Pemicunya

Pelemahan Rupiah akan Berlanjut Sampai Rp 16.000, Ini Pemicunya

Whats New
Pengusaha Pusat Belanja Sarankan Pemerintah Melonggarkan Syarat Vaksinasi Booster

Pengusaha Pusat Belanja Sarankan Pemerintah Melonggarkan Syarat Vaksinasi Booster

Whats New
Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

Whats New
Kunjungi Kemendagri, BPH Migas Minta Adanya Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

Kunjungi Kemendagri, BPH Migas Minta Adanya Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

Rilis
Dapat Pendanaan Baru, Health Insurtech Rey Target Raih Gross Premi 1 Juta Dollar AS

Dapat Pendanaan Baru, Health Insurtech Rey Target Raih Gross Premi 1 Juta Dollar AS

Whats New
Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.