Sri Mulyani Optimistis meski APBN 2018 Defisit Rp 55,1 Trililun

Kompas.com - 12/05/2018, 12:53 WIB
Menteri Kuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). Sri Mulyani menyatakan realisasi defisit anggaran APBN pada triwulan pertama telah mencapai 0,58 persen terhadap PDB atau sekitar Rp85,8 triliun yang mana angka tersebut paling rendah dalam periode sama selama tiga tahun terakhir. KOMPAS/SIGID KURNIAWANMenteri Kuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). Sri Mulyani menyatakan realisasi defisit anggaran APBN pada triwulan pertama telah mencapai 0,58 persen terhadap PDB atau sekitar Rp85,8 triliun yang mana angka tersebut paling rendah dalam periode sama selama tiga tahun terakhir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampai dengan 30 April 2018, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mengalami defisit hingga Rp 55,1 triliun.

Angka ini lebih kecil jika dibandingkan dengan defisit APBN tahun lalu pada periode yang sama, yaitu Rp 72,2 triliun.

"Tahun 2018 jauh lebih kuat dibanding tahun sebelumnya (APBN). Kita memiliki fiscal space apabila dibutuhkan dalam menjaga perekonomian kita dari gejolak yang berasal dari luar Indonesia," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers di gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (11/5/2018).

Sri menambahkan, kesimbangan primer APBN 2018 mengalami surplus Rp 24,2 triliun, jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 3,7 triliun.

"Jadi, APBN kita kuartal pertama sangat baik," kata dia.

Kondisi penerimaan perpajakan hingga April juga dinilai cukup baik. Pemerintah mengumpulkan pajak hingga Rp 416,9 triliun atau tumbuh 11,2 persen tanpa tax amnesty.

Adapun jika dengan tax amnesty, pertumbuhan penerimaan pajak akan mencapai 15 persen.

Kontribusi lain berasal dari pajak pertambahan nilai sebesar 4,1 persen dan pajak penghasilan nonmigas 17,3 persen tanpa mengikutsertakan tax amnesty.

"Selain itu, kita juga terima PNBP dari SDA dan penerimaan cukai meningkat dibanding tahun lalu. Dengan demikian, kita optimistis 2018 kita tetap bisa jaga APBN secara kredibel stabil, sustainable dan sehat," ujarnya.

Selain itu dari sisi belanja, seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) mengalami peningkatan.

Sampai dengan April, APBN telah merealisasi pembiayaan senilai Rp 188,7 triliun atau 57,9 persen dari pagu pembiayaan 2018. Realisasi ini lebih rendah dibanding 2017 pada periode yang sama mencapai Rp 195,4 triliun.

Posisi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) sampai dengan April 2018 ini pun cukup tinggi, yaitu Rp 133,6 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp 123,2 triliun.

"Dengan demikian, posisi kas pemerintah dalam kondisi yang cukup memadai," jelas Sri Mulyani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca Larangan Mudik

Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca Larangan Mudik

Whats New
Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Whats New
Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

Whats New
Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Rilis
Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Rilis
PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

Whats New
Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X