Ada Teror Bom, Mendag Sebut Investor Masih Percaya Indonesia - Kompas.com

Ada Teror Bom, Mendag Sebut Investor Masih Percaya Indonesia

Kompas.com - 14/05/2018, 13:04 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai acara pembukaan Indonesia-Asia Forum 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/4/2018)KOMPAS.com/APRILLIA IKA Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai acara pembukaan Indonesia-Asia Forum 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/4/2018)

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yakin bahwa kegiatan perdagangan dan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga, menyusul sejumlah insiden teror belakangan ini.

Para investor disebut tetap yakin otoritas keamanan di Indonesia bisa mengatasi hal tersebut sehingga insiden yang dimaksud tidak berlarut-larut.

"Saya rasa (kepercayaan investor) tidak (terganggu) karena mereka juga percaya bahwa itu akan teratasi. Sesaat ada travel advice, itu suatu hal yang wajar," kata Enggar saat ditemui di pabrik bir Bintang, Kota Tangerang, Senin (14/5/2018).

Enggar mengungkapkan, travel advice untuk Indonesia merupakan hal yang normal sebagai bentuk perhatian negara terhadap warganya saat ingin ke atau yang sedang berada di Indonesia.

Baca juga: Analis: Sentimen Teror Bom ke Pasar Hanya Sementara

Dia turut menyebut ada teror serupa di Paris, Perancis, di mana pria menikam lima orang dengan pisau.

"Pasti duta besar kita juga meminta untuk hati-hati, semua pasti lakukan itu. Kita tidak usah heran kalau duta besar minta please be careful untuk warganya, semua normal," tutur Enggar.

Dia turut mengajak semua pihak tetap mendukung pemerintah agar dapat segera menyelesaikan insiden tersebut. Enggar juga mengimbau supaya dunia usaha tidak khawatir karena teror yang terjadi hanya bersifat sementara.

"Berbeda dengan kejadian di negara yang terus-menerus. Ini memang ada kejadian itu, tetapi percayalah tidak terlalu lama. Semua under control," ujar Enggar.

Peristiwa yang berkaitan dengan teroris belakangan ini bermula ketika terjadi kerusuhan yang berujung tewasnya sejumlah personel polisi di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5/2018) malam.

Kejadian berikutnya bom bunuh diri di tiga gereja yang ada di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi, disusul lagi dengan bom di rusunawa kawasan Sidoarjo pada Minggu malam, dan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya pada Senin pagi.

Sejalan dengan itu, Densus 88/AntiTeror juga telah menangkap hingga menembak mati sejumlah terduga teroris. Presiden Joko Widodo memastikan Polri akan memburu jaringan teroris sampai ke akar-akarnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X