Ditjen Pajak Gandeng BTN Luncurkan Kartu NPWP Pintar

Kompas.com - 14/05/2018, 17:00 WIB
Dirut BTN Maryono saat membuka kuliah umum di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, Selasa (31/10/2017) Dok. BTNDirut BTN Maryono saat membuka kuliah umum di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, Selasa (31/10/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bersama Direktorat Jenderal Pajak meluncurkan Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Pintar.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung terciptanya optimalisasi penerimaan pajak di Indonesia.

Salah satu bentuk partisipasi Bank BTN, yakni dengan menyediakan pelayanan serta kemudahan terkait perpajakan untuk masyarakat Indonesia dengan meluncurkan Kartu NPWP BTN Pintar.

Peluncuran kartu itu juga untuk mendukung upaya perseroan meningkatkan perolehan FBI agar tumbuh sesuai target sebesar di atas 25 persen secara tahunan (year on year/ YoY).

"Kami berharap pelaporan dan pembayaran pajak akan lebih mudah dengan hadirnya kartu ini. Bersama Ditjen Pajak, Bank BTN juga menyediakan layanan e-billing dan berbagai layanan lainnya untuk menciptakan kondisi perpajakan yang lebih baik dan terintegrasi," ujar Maryono dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/5/2018).

Maryono menerangkan, Kartu NPWP BTN Pintar ini berupa kartu debit yang akan diisi dengan program kecil (applet Kartu Indonesia 1 (KARTIN1) dari Ditjen Pajak.

Di dalam applet tersebut berisikan informasi dasar dari pemegang kartu. Ke depannya, Kartu NPWP BTN Pintar diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mendukung program satu portal multi fungsi.

Portal ini akan menjadi salah satu pintu masuk untuk mendapatkan berbagai layanan pemerintah seperti data perpajakan, data kepegawaian, dan data kependudukan lainnya.

Untuk tahap awal, kata Maryono, Kartu NPWP BTN Pintar ini akan dimiliki oleh sekitar 2.000 pegawai di kantor pusat Ditjen Pajak. Kartu ini juga sekaligus sebagai tanda pengenal para pegawai lembaga tersebut.

"Penerapan ini juga akan mendukung Program Gerakan Nasional Non-Tunai di lingkungan Ditjen Pajak karena kartu identitas pegawai juga akan berfungsi sebagai kartu transaksional perbankan," kata Maryono.

Hingga triwulan I 2018, emiten bersandi saham BBTN tersebut telah menghimpun FBI total senilai Rp 319,55 miliar.

Pada periode yang sama, BBTN juga telah menghimpun pendapatan bunga bersih senilai Rp 2,36 triliun atau naik 16,2 persen yoy dari Rp 2,03 triliun.

Dengan perolehan tersebut, bank spesialis kredit dan pembiayaan perumahan ini mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp 684 miliar per 31 Maret 2018 atau naik 15,13 persen yoy dari Rp 594 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X