Perangi Terorisme, Asosiasi Digital Inisiasi #BersatuIndonesiaku - Kompas.com

Perangi Terorisme, Asosiasi Digital Inisiasi #BersatuIndonesiaku

Kompas.com - 15/05/2018, 09:39 WIB
Ilustrasi media sosialTHINKSTOCKS/IPOPBA Ilustrasi media sosial

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu radikalisme dan terorisme makin gencar, tak hanya di media mainstream, pun di media sosial. Apalagi kanal digital kini menjadi jalur utama penebaran teror dan doktrin paham radikal.

Teroris menggunakan situs berita fiktif sebagai media propaganda. Oleh karena itu, Asosiasi Digital Indonesia (IDA) menginisiasi kampanye #BersatuIndonesiaku yang disebar di berbagai kanal media sosial. Tujuannya untuk memerangi paham radikalisme dan terorisme di kanal digital.

"Inilah yang menjadi titik awal ide kampanye #BersatuIndonesiaku, yang harapannya dapatmengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu di media sosial, khususnya dalam isu radikalisme dan terorisme,” ujar Ketua IDA, Ronny W Sugiadha, melalui siaran pers, Selasa (15/5/2018).

Jika bicara media sosial, maka generasi muda yang berpotensi paling besar terpapar paham radikalisme melalui media sosial.

Baca juga: Teror Bom dan Perekonomian Indonesia

Ronny mengatakan, kampanye #BersatuIndonesiaku menyebarkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Apalagi kita dihadapkan kenyataan dengan banyaknya penyebaran pesan hoaks yang terstruktur dan meluas.

"IDA melihat edukasi kepada masyarakatmenjadi luar biasa penting untuk menghentikan penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui kanal digital," kata Ronny.

Dia mengimbau masyarakat pengguna media sosial untuk menjalankan semangat dari kampanye ini dengan sejumlah langkah sederhana.

Langkah tersebut di antaranya tidak menjalin keterikatan dengan follow, like, atau comment dengan akun-akun yang tidak jelas kepemilikannya; tidak menyebarkan berita yang tidak bisa divalidasi; melaporkan akun-akun yang secara jelas berpihak pada terorisme; dan menyebarkan konten positif mengenai Indonesia dan keberagaman.

Sejalan dengan ide awal dari kampanye #BersatuIndonesiaku, setiap anggota IDA sepakat tidak mempublikasi dan berafiliasi dengan kelompok pendukung radikalisme dan terorisme, dengan tidak mengundang mereka sebagai narasumber.

CEO Kapanlagi Youniverse (KLY) Steve Christian berharap kampanye #BersatuIndonesiaku dapat memberikan dampak positif bagi pemanfaatan media sosial di masyarakat Indonesia.

"Kami sebagai pelaku industri digital Indonesia, ingin masyarakat semakin bijak dalam mencari dan menyebarkan informasi di berbagai kanal online, guna meredam suara radikalisme dan terorisme di Tanah Air dan dunia,” ujar Steve.


Close Ads X