Adakah Dampak Teror Bom Terhadap Iklim Investasi di Indonesia? - Kompas.com

Adakah Dampak Teror Bom Terhadap Iklim Investasi di Indonesia?

Kompas.com - 16/05/2018, 08:15 WIB
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Akibat ledakan itu, 5 mobil dan 30 motor terbakar.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana setelah ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Akibat ledakan itu, 5 mobil dan 30 motor terbakar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Serangkaian pemboman yang terjadi di Surabaya beberapa hari lalu telah memicu kekhawatiran terhadap iklim investasi di Indonesia. Baik ekonom dan pemerintah sepakat hal tersebut sedikit banyak memberikan dampak kepada para investor.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyatakan bahwa para investor akan melihat tindakan pemerintah mengatasi persoalan teror itu.

Baca: Kemenkeu: Bom Surabaya Tak Berpengaruh ke Fundamental Ekonomi

"Jadi semakin cepat respons pemerintah menangkap otak teror itu, maka kepercayaan investornya bakal balik lagi bisa juga lebih cepat. Tetapi kalau misalkan kasusnya agak lama itu akan memengaruhi juga sentimennya jadi negatif," ucap Bhima pekan ini.

Dia menyebutkan, faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

Namun, lanjut dia, jika melihat insiden serupa seperti yang  terjadi di Mako Brimob beberapa waktu lalu dollar AS kembali turun dari Rp 14.000 menjadi Rp 13.900, maka dampaknya cenderung kecil.

"Artinya oke itu jadi salah satu pertimbangan. Tapi sekarang secara investor itu lebih melihat data ekonomi agregat secara makri, kebijakan bunga acuan AS arahnya ke mana, kemudian kebijakan suku bunga bank Indonesia juga kapan akan merespons kenaikannya. Itu yang lebih jadi perhatian," sebut dia.

Hal senada pun diungkapkan oleh pemerintah. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meyakini kalau teror bom yang terjadi akan berdampak pada minat investor untuk melirik Indonesia.

Namun, Bambang memastikan bahwa dampaknya tidak akan signifikan dan tidak dalam jangka waktu yang lama.

"Saya rasa temporer. Saya rasa minat investasi tetep tinggi," ujar Bambang di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Bambang mengatakan, sektor yang akan terdampak secara langsung adalah pariwisata. Sejumlah negara bisa saja mengeluarkan travel warning pasca-peristiwa tersebut. Indonesia, kata dia, harus memastikan Indonesia aman dan tidak ada gangguan jangka panjang.

"(Tak pengaruh) kalau kita bisa buktikan Indonesia itu aman dan kondusif terhadap investasi maupun tourism," ucap dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita merasa bahwa para investor tetap yakin otoritas keamanan di Indonesia bisa mengatasi hal tersebut sehingga insiden yang dimaksud tidak berlarut-larut.

"Saya rasa (kepercayaan investor) tidak (terganggu) karena mereka juga percaya bahwa itu akan teratasi. Sesaat ada travel advice, itu suatu hal yang wajar," kata Enggar saat ditemui di pabrik bir Bintang, Kota Tangerang, Senin (14/5/2018).

Enggar mengungkapkan, travel advice untuk Indonesia merupakan hal yang normal sebagai bentuk perhatian negara terhadap warganya saat ingin ke atau yang sedang berada di Indonesia.

Dia turut menyebut ada teror serupa di Paris, Perancis, di mana pria menikam lima orang dengan pisau.

"Pasti duta besar kita juga meminta untuk hati-hati, semua pasti lakukan itu. Kita tidak usah heran kalau duta besar minta please be careful untuk warganya, semua normal," tutur Enggar.

Dia pun mengajak semua pihak tetap mendukung pemerintah agar dapat segera menyelesaikan insiden tersebut. Enggar juga mengimbau supaya dunia usaha tidak khawatir karena teror yang terjadi hanya bersifat sementara.

"Berbeda dengan kejadian di negara yang terus-menerus. Ini memang ada kejadian itu, tetapi percayalah tidak terlalu lama. Semua under control," terang Enggar.


Komentar
Close Ads X