Investor Dipastikan Tetap Lirik Tambang Indonesia meski Ada Teror Bom - Kompas.com

Investor Dipastikan Tetap Lirik Tambang Indonesia meski Ada Teror Bom

Kompas.com - 16/05/2018, 11:26 WIB
Ekonom senior Institute fot Development of Economics and Finance, Faisal Basri, saat mengisi acara MNC Sekuritas di Ambhara Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Ekonom senior Institute fot Development of Economics and Finance, Faisal Basri, saat mengisi acara MNC Sekuritas di Ambhara Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Teror bom di sejumlah tempat di Surabaya dan Sidoarjo dianggap tak akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia, khususnya investasi di sektor tambang.

Ekonom Faisal Basri mengatakan, teror tersebut tidak membuat investor asing takut menanam saham di Indonesia

"Enggak ngaruh. Mau ke mana saja ada bom. Tapi kan random. Dan probabilitas Indonesia kecil," ujar Faisal di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Kalaupun pertumbuhan investasi menurun, kata Faisal, faktornya bukan karena bom.

"Sejelek-jeleknya kondisi Indonesia, investasi tetap datang karena kita punya sumber mineral," kata Faisal.


Faisal mengatakan, ketika negara menghadapi teror bom Bali dan bom di Thamrin, Jakarta, indeks saham naik. Rupiah pun tidak melemah. Menurut dia, investor menyadari bahwa teror tersebut tercari secara acak dan tidak simultan terus menerus.

"Mereka sadar kalau ini random dan kemungkinannya di Indonesia sangat kecil. Kecuali ada bom tiap hari," kata Faisal.

Komentar
Close Ads X