Kondisi Pasar Tidak Stabil, Wavin Tunda IPO

Kompas.com - 16/05/2018, 16:07 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wahana Duta Karya Rucika menunda rencananya untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) akibat kondisi pasar saham yang tidak stabil.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia ( BEI) Samsul Hidayat menuturkan, selain produsen pipa Rucika, terdapat dua perusahaan lain yang juga menunda rencana IPO, yaitu PT Harvest Time dan PT Artajasa Pembayaran Elektronik. Meskipun keduanya memiliki alasan penundaan yang berbeda.

"Artajasa itu lebih pada peraturan Bank Indonesia, kemudian yang PT Harvest itu enggak tahu kenapa, kalau Wavin mungkin ke masalah market," ujarnya di Gedung BEI, Rabu (16/5/2018).

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi pasar yang fluktuatif ini tidak akan menyurutkan perusahaan lain untuk melantai di BEI. Karena menurut dia, diperlukan waktu lebih dari setahun bagi sebuah perusahaan untuk mempersiapkan IPO.

Baca juga: Adhi Karya Bakal IPO Adhi Persada Gedung Akhir Tahun Ini

"Mereka prosesnya sudah panjang, mungkin setahun atau dua tahun lalu, mereka sudah cari investor qualified, jadi anchor investornya tahu industri, tahu perkembangan perusahaan. mereka sudah yakin bakal masuk," ucapnya.

Selain itu, fluktuasi pasar yang saat ini terjadi menurut dia belum terlalu ekstrim. Sebab, kondisi ini terjadi karena sentimen negatif yang berasal dari luar pasar saham.

"Kondisi ini enggak terlalu ekstrim, bisa dikatakan masih reguler karena kondisinya tidak sama dengan 2008 atau 2004. Kondisi saat ini karena pengaruh dari kebijakan di negara maju seperti AS dan China," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X