Dollar AS Tembus Rp 14.100, Pasar Tunggu Keputusan BI soal Suku Bunga - Kompas.com

Dollar AS Tembus Rp 14.100, Pasar Tunggu Keputusan BI soal Suku Bunga

Kompas.com - 16/05/2018, 16:23 WIB
Ilustrasi rupiahThinkstockphotos.com Ilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hari ini tembus pada level tertinggi sejak awal tahun 2018, yaitu Rp 14.100.

Untuk meredam pelemahan rupiah yang terus berlanjut, kini pelaku pasar menunggu apa hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dalam menentukan kenaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate.

"BI pada minggu lalu menyatakan bahwa mereka mempunyai ruang untuk menaikkan suku bunga acuan yang diharapkan dapat meredam volatilitas di pasar keuangan sehingga memberikan kepercayaan pada pelaku pasar," kata Vice President Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede kepada Kompas.com, Rabu (16/5/2018).

Josua menyebutkan, latar belakang pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat yang menyentuh level 3,07 persen, yang merupakan level tertinggi untuk tahun ini.

Baca juga: Siang Ini, Rupiah Tembus Rp 14.100, IHSG Terkoreksi 1,3 Persen

Adapun yang jadi pemicu kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS salah satunya didasari data penjualan ritel AS yang mengindikasikan perekonomian kuartal I 2018 di negeri adidaya itu lebih tinggi dari estimasi awal.

"Selain itu, kepemilikan pemerintah AS pada surat utang pemerintah AS juga turut mendorong kenaikan yield US Treasury (suku bunga obligasi AS)," tutur Josua.

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah didorong oleh defisit neraca perdagangan bulan April 2018 sebesar 1,63 miliar dollar AS. Posisi neraca perdagangan pada April ini dinilai dapat mendorong semakin melebarnya neraca transaksi berjalan kuartal II 2018.

"Aksi terorisme yang terjadi dalam beberapa hari ini diperkirakan juga berdampak marginal pada pelemahan nilai tukar rupiah serta koreksi kinerja pasar saham dan pasar obligasi domestik," ujarnya.

Kompas TV Meski IHSG dan kurs rupiah terhadap dollar hanya sedikit terkoreksi, aksi teror tetap dikhawatirkan berimbas pada pariwisata.



Close Ads X