Kinerja Pasar Keuangan Diperkirakan Pulih dalam 1-2 Bulan ke Depan - Kompas.com

Kinerja Pasar Keuangan Diperkirakan Pulih dalam 1-2 Bulan ke Depan

Kompas.com - 16/05/2018, 20:12 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar keuangan yang tercermin dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipandang terganggu akibat sejumlah serangan teroris di Indonesia beberapa waktu belakangan ini.

Untuk memulihkan kondisi pasar keuangan kembali stabil, dibutuhkan waktu hingga dua bulan setelah pemerintah bersama aparat keamanan bisa membuat situasi kembali kondusif.

"Melihat pengalaman pada aksi terorisme sebelumnya, kinerja pasar keuangan domestik diperkirakan akan berangsur pulih kurang dari satu hingga dua bulan pasca-kejadian terorisme, mengingat pemerintah dan Polri akan meningkatkan keamanan di pusat-pusat kegiatan ekonomi," kata Vice President Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede kepada Kompas.com, Rabu (16/5/2018).

Bersamaan dengan itu, pelaku pasar disebut Josua kini akan fokus pada hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait arah suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate dalam bulan ini.

Baca juga: Analis: Sentimen Teror Bom ke Pasar Hanya Sementara

Penyesuaian suku bunga acuan diharapkan dalam rangka meredam volatilitas di pasar keuangan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan kepercayaan kepada pelaku pasar.

Kondisi pasar keuangan pada sesi 1 Rabu pagi menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di level 5.780,87 dan sempat terus merosot hingga level 5.743,33 pada siang tadi. Namun saat penutupan perdagangan, IHSG tercatat menguat ke level 5.841.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat sebelumnya mengungkapkan, persepsi keamanan negara oleh investor telah memengaruhi pasar keuangan di Indonesia.

Meski investor dipandang juga sudah relatif kebal terhadap isu keamanan, namun tindak terorisme yang terjadi belakangan ini tetap dianggap perlu segera diselesaikan untuk mengembalikan kepercayaan investor.



Close Ads X