Melonjak 260 Persen, Laba Manulife Capai Rp 2,6 Triliun

Kompas.com - 16/05/2018, 21:12 WIB
Ilustrasi uangpsphotograph Ilustrasi uang

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan asuransi Manulife Indonesia pada tahun 2017 mencetak laba komprehensif sebesar Rp 2,6 triliun. Pencapaian itu jauh di atas kinerja tahun 2016 dengan laba komprehensif sebesar Rp 664 miliar atau tumbuh 290 persen.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster mengatakan, pertumbuhan terjadi di premi bisnis baru yang naik 19 persen (yoy) menjadi Rp 4,4 triliun dari tahun 2016 sebesar Rp 3,7 triliun.

"Ini merupakan kondisi yang sehat dan bagus sekali," ujarnya melalui keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (16/5/2018).

Selain itu, lanjut Hekster, sepanjang 2017 Manulife Indonesia meraih total premi dan deposit Rp 25 triliun atau naik 34 persen dari tahun 2016 yang sebesar Rp 18,6 triliun.

Baca juga: Manulife: Meski IHSG Terperosok, Investor Diminta Tidak Panik

Ia memaparkan, dana kelolaan asuransi syariah juga meningkat dari tahun 2016 sebesar Rp 2,3 triliun menjadi Rp 2,88 triliun pada 2017.

Selain itu, dana kelolaan MAMI sebesar Rp 65,7 triliun. "Posisi aset kami berada di tiga besar, DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) juga top 3, begitu juga manajemen aset yang masuk tiga besar," ujarnya.

Sebagai informasi, total dana kelolaan yang ditangani oleh Manulife Indonesia mencapai Rp 67,6 triliun.

Sementara untuk klaim, Manulife Indonesia telah membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 6,6 triliun atau sekitar Rp 18 miliar per hari atau berkisar Rp 753 juta per jam.

Tahun 2016, jumlah pembayaran klaim asuransi, nilai tunai penyerahan polis, anuitas, dan manfaat lainnya sebesar Rp 6,8 triliun. Sedangkan tahun 2015 mencapai Rp 5,6 triliun.


Terkini Lainnya

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Whats New
 Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Whats New
Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Whats New
Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Whats New
Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Whats New
Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Whats New
Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Work Smart
Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Earn Smart
Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Work Smart
Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Whats New
Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Whats New
Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Whats New
Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Whats New
Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Rilis
Tak Ingin Jago 'Kandang', Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Tak Ingin Jago "Kandang", Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Whats New

Close Ads X