Karyawan BUMN Diduga jadi Pemodal Terduga Teroris, Ini Respon Kementerian BUMN - Kompas.com

Karyawan BUMN Diduga jadi Pemodal Terduga Teroris, Ini Respon Kementerian BUMN

Kompas.com - 17/05/2018, 06:50 WIB
Situasi di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Situasi di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian terkait adanya temuan karyawan BUMN di Riau yang menjadi pemodal bagi terduga teroris.

"Sampai saat ink belum jelas dan masih proses investigasi pihak kepolisian. Kami serahkan pada aparat kepolisian," kata Staf Khusus III Menteri BUMN Wianda Pusponegoro saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/5/2018) malam.

Wianda menambahkan, tindakan karyawan salah satu BUMN menjadi pemodal terduga teroris murni motif pribadi.

Untuk itu, dia meyakini kalau aparat kepolisian bisa dengan segera mengusut dan mengungkap orang yang telah mencoreng institusi BUMN.

"Kami percaya dan yakin kepolisian akan mengusut hingga tuntas aksi-aksi pribadi yang memperjuangkan motif pribadi dan sama sekali tidak mencerminkan kebijakan BUMN manapun," jelas Wianda.

Sebelumnya diberitakan bahwa seorang karyawan perusahaan BUMN ikut menjadi pemodal dua terduga teroris, AA (39) dan HK (38).

Rencananya, AA dan HK akan menyerang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Namun rencananya batal setelah polisi berhasil mengambil alih Mako Brimob.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, nama karyawan BUMN disebutkan tersangka AA dan HK yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror di kawasan Pasar KM 5 Palembang. 

Pemodal tersebut bekerja di perusahaan milik negara di Pekanbaru, Riau. 

“Mereka mengakunya dimodali orang yang bekerja di BUMN untuk menyerang ke Mako Brimob. Tapi masih kita terlusuri,” ujar Zulkarnain, Selasa (15/5/2018).


Close Ads X