PNS yang Keluarkan Ujaran Kebencian akan DIpecat jadi Berita Populer - Kompas.com

PNS yang Keluarkan Ujaran Kebencian akan DIpecat jadi Berita Populer

Kompas.com - 17/05/2018, 08:07 WIB
Situasi lalu lintas di ruas tol fungsional menuju Batang pada Sabtu (25/6/2017), pukul 11.52 WIB.KOMPAS.com/Wisnu Nugroho Situasi lalu lintas di ruas tol fungsional menuju Batang pada Sabtu (25/6/2017), pukul 11.52 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya ujaran kebencian di media sosial mendorong Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyiapkan sanksi bagi PNS yang terlibat dalam aksi tersebut.

Langkah BKN yang akan menjatuhkan sanksi pemecatan ke PNS yang mengeluarkan ujaran kebencian, menjadi salah satu yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Rabu (18/5/2018).

Berita terpopuler lainnya adalah mengenai imbauan Kementerian Perhubungan agar pemudik tak gunakan tol fungsional pada malam hari. Berikut rangkuman berita terpopuler Ekonomi sepanjang hari kemarin:

1. PNS yang Sebar Ujaran Kebencian di Medsos Terancam Dipecat

Badan Kepegawaian Nasional (BKN) memberi peringatan keras kepada pegawainya untuk tidak memposting konten bernada ujaran kebencian, intoleransi, dan perpecahan di media sosial.

Lantaran itu juga berlaku untuk serta Pegawai Negeri Sipil ( PNS). Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, BKN menekankan agar jajaran PNS menjaga Pancasila, UUD 45 dan NKRI.

2. Kemenhub Tak Sarankan Pemudik Lewat Tol Fungsional saat Malam Hari

Kementerian Perhubungan tak merekomendasikan para pemudik melintasi tol fungsional saat malam hari. Sebab, di ruas tol tersebut penerangannya masih minim.

"Jadi yang pertama untuk tol fungsional untuk malam hari sebetulnya kita tidak merekomendasikan melewati jalan itu karena memang penerangan masih minim," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi di kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Kendati begitu, lanjut Budi, pihaknya akan memasang rambu dan marka jalan di tol fungsional untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik.

3. Perkuat Jaringan di Pasar Domestik, Garuda Bersinergi dengan Sriwijaya Air

Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Group menandatangani kerja sama komersial codeshare untuk memperkuat kerjasama jaringan, khususnya di wilayah domestik. Kerja sama tersebut sekaligus mengembangkan market share dan meningkatkan profitabilitas kedua perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury menilai kerja sama tersebut akan semakin memperluas jaringan penerbangan Garuda Indonesia dan memperbanyak destinasi baru khususnya di domestik. Pelanggan juga lebih banyak pilihan penerbangan.

4. Tony Fernandes: Indonesia Bukan Cuma soal Bali

CEO AirAsia Group Tony Fernandes menilai potensi pariwisata di Indonesia semakin berkembang dari hari ke hari. Dia pun membantah pandangan yang menyebutkan bahwa kawasan wisata di Indonesia yang punya potensi hanya di Bali, seperti yang sudah diketahui sebagian besar turis mancanegara.

"Indonesia bukan cuma soal Bali, tapi juga Bandung yang jumlah wisatawannya meningkat signifikan, kemudian Yogyakarta, Medan, dan sebagainya," kata Tony dalam acara peringatan 500 juta penumpang AirAsia di Bangkok, Thailand, Selasa (15/5/2018).

Menurut Tony, salah satu cara mendorong pariwisata, baik jumlah wisatawan maupun tempat wisata di suatu kawasan, adalah fokus pada konektivitas.

5. Awasi BBM Subsidi, Nozzle di SPBU Akan Terkoneksi ke Kemenkeu dan BPH Migas

PT Pertamina (Persero) akan menerapkan sistem teknologi dan informasi di keran penyaluran BBM (nozzle) di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan, sistem tersebut akan mencatat volume BBM yang keluar dari nozzle di setiap dispenser SPBU. Nantinya data tersebut tersambung ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan ke BPH Migas.


Close Ads X