Menkeu: Kinerja APBN 2018 Mengalami Perbaikan Signifikan... - Kompas.com

Menkeu: Kinerja APBN 2018 Mengalami Perbaikan Signifikan...

Kompas.com - 17/05/2018, 13:41 WIB
Menteri Kuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). Sri Mulyani menyatakan realisasi defisit anggaran APBN pada triwulan pertama telah mencapai 0,58 persen terhadap PDB atau sekitar Rp85,8 triliun yang mana angka tersebut paling rendah dalam periode sama selama tiga tahun terakhir.KOMPAS/SIGID KURNIAWAN Menteri Kuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). Sri Mulyani menyatakan realisasi defisit anggaran APBN pada triwulan pertama telah mencapai 0,58 persen terhadap PDB atau sekitar Rp85,8 triliun yang mana angka tersebut paling rendah dalam periode sama selama tiga tahun terakhir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kinerja APBN hingga April 2018 mengalami perbaikan ke arah yang lebih positif. Hal itu nampak secara umum dari pertumbuhan pendapatan, belanja negara, hingga sektor lainnya yang menunjukkan tren positif.

"Kinerja APBN 2018 mengalami perbaikan signifikan sampai akhir April 2018, salah satunya didorong oleh belanja kementerian/lembaga yang jauh lebih cepat dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Sri Mulyani saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018) siang.

Untuk total belanja negara, realisasi hingga 30 April 2018 mencapai Rp 582,9 triliun atau 26,3 persen dari total belanja negara dalam APBN 2018 sebesar Rp 2.220,7 triliun.

Komponen belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat yang terealisasi Rp 331 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 251,9 triliun.

Baca juga: Dollar AS Tembus Rp 14.000, Ini Kata Sri Mulyani

Pada periode yang sama (April 2017), total belanja negara hanya mencapai Rp 538,1 triliun, dengan belanja pemerintah pusatnya Rp 272,7 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa Rp 265,4 triliun.

Sementara dalam hal pendapatan, didapati pertumbuhan dari sisi penerimaan perpajakan sebesar Rp 416,9 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 109,9 triliun.

Pada periode yang sama tahun lalu, realisasi penerimaan perpajakan sebesar Rp 375 triliun dan PNBP Rp 90,8 triliun.

Melalui realisasi APBN sampai April 2018, Sri Mulyani yakin defisit APBN akan tetap terjaga pada kisaran 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,4 persen.

"Meski terdapat potensi kenaikan ICP (Indonesia Crude Price) dan nilai tukar, defisit diperkirakan tetap terjaga pada kisaran 2 persen terhadap PDB, atau bisa lebih rendah dari itu," tutur Sri Mulyani.


Close Ads X