Transfer ke Daerah dan Dana Desa Melambat

Kompas.com - 17/05/2018, 14:39 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawti saat berbicara di acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawti saat berbicara di acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta Convention Center, Kamis (24/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi transfer ke daerah dan dana desa yang jadi salah satu komponen belanja negara hingga akhir April 2018 didapati mengalami perlambatan.

Total transfer ke daerah dan dana desa sampai April 2018 sebesar Rp 251,9 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu (April 2017) yang mencapai Rp 265,4 triliun.

"Transfer ke daerah relatif agak melambat dan dana desa belum cair secepat yang diharapkan. Hal itu disebabkan perubahan desain jadi cash for work dan berbagai proses administrasi di tingkat desa yang tidak memungkinkan mereka membelanjakan lebih cepat," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Kamis (17/5/2018).

Sri Mulyani merinci, realisasi transfer ke daerah akhir April 2018 sebesar Rp 237,7 triliun atau lebih rendah dari realisasi akhir April 2017 sebesar Rp 248,8 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani Optimistis meski APBN 2018 Defisit Rp 55,1 Trililun

Sementara realisasi penyaluran dana desa akhir April 2018 sebesar 14,3 triliun atau lebih rendah dari realisasi akhir April 2017 sebesar Rp 16,7 triliun.

Meski mengalami perlambatan, Sri Mulyani menilai hal itu justru positif. Perlambatan realisasi transfer ke daerah dan dana desa ini sejalan dengan upaya Kementerian Keuangan memperbaiki tata kelola transfer ke daerah dan dana desa, terlebih setelah sempat ada kasus yang menjerat oknum pejabat Kemenkeu di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Ditjen Perimbangan Keuangan ini yang mengurus transfer ke daerah serta dana desa di Kemenkeu.

"Kami ingin meyakinkan transfer ke daerah betul-betul bermanfaat bagi masyarakat, sehingga memang terjadi perlambatan transfer ke daerah," tutur Sri Mulyani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia akan Habis dalam 9 Tahun

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia akan Habis dalam 9 Tahun

Whats New
Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak 'Kucing-kucingan' Lagi...

Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak "Kucing-kucingan" Lagi...

Whats New
Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Rilis
Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Whats New
Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Whats New
Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Rilis
BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Whats New
Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Whats New
Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Whats New
Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Whats New
Percepatan Penyerapan Stimulus Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi di Kuartal IV 2020

Percepatan Penyerapan Stimulus Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi di Kuartal IV 2020

Whats New
Digitalisasi Semakin Masif akibat Pandemi, Perbankan Harus Hati-hati Salurkan Kredit

Digitalisasi Semakin Masif akibat Pandemi, Perbankan Harus Hati-hati Salurkan Kredit

Whats New
UU Cipta Kerja, Apa Pengaruhnya ke Kemampuan Membeli Rumah?

UU Cipta Kerja, Apa Pengaruhnya ke Kemampuan Membeli Rumah?

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X