Kenaikan Suku Bunga Acuan Bisa Jadi Sinyal Positif - Kompas.com

Kenaikan Suku Bunga Acuan Bisa Jadi Sinyal Positif

Kompas.com - 17/05/2018, 16:20 WIB
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia.Kompas.com/Robertus Belarminus Ilustrasi Gedung Bank Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Bank Mandiri memperkirakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 7 Days Repo Rate dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), Kamis (17/5/2018).

Chief Economist Bank Mandiri Anton Hermanto Gunawan mengatakan, peningkatan suku bunga bisa memberikan sinyal kepada pelaku pasar bahwa BI melakukan kebijakan untuk memperkecil faktor risiko kondisi makroekonomi Indonesia.

"Kami perkirakan hari ini akan dinaikkan 25 basis poin, lebih kepada memberikan siynal untuk menunjukkan faktor risiko diperkecil, bukan karena faktor risiko gede banget. Perkiraan kita juga di kuartal berikutnya dinaikkan lagi 25 basis poin lagi, semoga cukup memberikan siynal," katanya di Gedung Mandiri Plaza, Kamis (17/5/2018).

Menurut dia, meningkatnya suku bunga acuan dari 25 hingga maksimal 50 basis poin tidak memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Menjaga Rupiah, Perlukah BI Menaikkan Suku Bunga?

"Kenaikan 25 sampai 50 basis poin itu impact ke growth enggak terlalu besar. Itu pun transmisinya butuh waktu, enggak serta merta growth jadi turun. Sehingga segera lakukan saja (meningkatkan suku bunga) secepatnya," ucap dia.

Dia mengatakan, saat ini investor asing sedang menggeser dana dari emerging market ke Amerika Serikat karena dianggap lebih aman. Mereka akan melakukan klasifikasi terhadap emerging market yang berisiko.

"Indonesia kalau dilihat dari beberapa ukuran masih relatif lebih bagus dibandigkan Filipina, yang penting menurut kami jangan sampai muncul risiko yg akan mengganggu view tentang Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.


Komentar
Close Ads X