Holcim Indonesia Targetkan Pertumbuhan Penjualan 6 Persen - Kompas.com

Holcim Indonesia Targetkan Pertumbuhan Penjualan 6 Persen

Kompas.com - 17/05/2018, 22:37 WIB
Jajaran direksi PT Holcim Indonesia selepas jumpa pers di Jakarta, Kamis (17/5/2018).KOMPAS..com/RIDWAN AJI PITOKO Jajaran direksi PT Holcim Indonesia selepas jumpa pers di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menargetkan bisa meningkatkan volume penjualan sebesar enam persen hingga akhir 2018.

"Prediksi untuk akhir tahun ini penjualan bisa meningkat enam persen. Untuk kuartal satu pun pertumbuhannya seiring dengan market, jadi kita tunggu itu," kata Direktur Penjualan Holcim Indonesia Surindro Kalbu Adi kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Untuk itu, Surindro telah menyiapkan beberapa strategi dengan inovasi dan diferensiasi produk.

Kedua cara tersebut diyakini bisa membuat produk semen Holcim bisa bersaing di pasar dan berujung pada peningkatan penjualan perseroan.

"Kalau bicara bagaimana kami membawa produk kami ke market ya lakukan banyak inovasi, tetapi kalau menjual produk banyak lakukan diferensiasi, makanya kami luncurkan produk baru," jelas Surindro.

Adapun contoh inovasi yang dilakukan Holcim adalah dengan mengeluarkan produk semacam SpeedCrete, ThruCrete, dan ApexCrete. Ketiga produk tersebut merupakan solusi inovatif Holcim untuk perbaikan dan pembangunan jalan raya, jalur pejalan kaki, area taxiway di bandara, dan area pergudangan.

Sedangkan untuk diferensiasi, Holcim meluncurkan beberapa produk baru berbasis aplikasi seperti PowerMax dan WallMax.

"Kehadiran PowerMax dan WallMax diharapkan dapat mengubah kebiasaan pelanggan menggunakan produk semen umum ke produk berbasis aplikasi," ujar Surindro.

Sebagai informasi, meskipun mencatat pertambahan kerugian, penjualan Holcim justru mengalami pertumbuhan sebesar dua persen pada kuartal I 2018.

Penjualan Holcim tercatat mencapai Rp 2,201 miliar pada 2018 atau lebih tinggi dari penjualan yang dibukukan selama kuartal I 2017, yakni Rp 2,158 miliar.


Komentar
Close Ads X