Akhir Pekan, BI Rate Berpeluang Bergerak Menguat - Kompas.com

Akhir Pekan, BI Rate Berpeluang Bergerak Menguat

Kompas.com - 18/05/2018, 07:30 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup turun 0,44 persen ke level 5.815 pada perdagangan Kamis (17/5). Meski demikian, analis memperkirakan IHSG berpotensi rebound pada akhir pekan ini.

Mengutip Kontan.co.id, Jumat (18/5/2018), analis Paramitha Alfa Sekuritas William Siregar menilai, koreksi indeks pada Kamis (17/5/2018) kemarin, lebih dipengaruhi faktor eksternal.

Baca: Bank Indonesia Akhirnya Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,5 Persen

"Sejauh ini saya melihat efek kenaikan yield obligasi US Treasury 10 tahun dan ekpektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserves masih jadi faktor dari eksternal," katanya, Kamis (17/5/2018).

Namun, William tidak menampik ada pula pengaruh faktor internal terhadap pelemahan indeks, yaitu antisipasi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ( BI rate). Namun, katanya, efek sentimen internal tidak besar.

"Sebab, (kenaikan) BI rate hanya untuk melakukan penyesuaian posisi rupiah. Pelemahan rupiah juga akibat dari faktor eksternal," imbuhnya. Sebagai gambaran, Kamis sore, BI mengerek suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen.

Prediksi William, Jumat, IHSG berpeluang menguat dengan posisi support di 5.797 dan resistance di 5.861.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya juga melihat potensi rebound IHSG, hari ini. Ia optimistis, IHSG bullish dengan level support 5.721 dan resistance 6.002.

Secara umum, kata William Surya, perkembangan IHSG masih akan dipengaruhi rilis data perekonomian dunia, pergerakan market global dan harga komoditas yang fluktuatif. (Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: IHSG berpotensi rebound meski BI rate naik


Close Ads X