Kenaikan 25 bps Suku Bunga Acuan Belum Cukup untuk Topang Rupiah - Kompas.com

Kenaikan 25 bps Suku Bunga Acuan Belum Cukup untuk Topang Rupiah

Kompas.com - 18/05/2018, 17:06 WIB
Imitasi berbagai macam valuta asing termasuk Rupiah dan Dollar Amerika Serikat menghiasi tempat penukaran valuta asing PT. D8 Valasindo di Jakarta Selatan, Senin (15/4/2013).

KOMPAS/PRIYOMBODO Imitasi berbagai macam valuta asing termasuk Rupiah dan Dollar Amerika Serikat menghiasi tempat penukaran valuta asing PT. D8 Valasindo di Jakarta Selatan, Senin (15/4/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistyaningsih mengatakan, keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin belum cukup untuk menopang rupiah menghadapi dollar AS.

"Kalau untuk ke rupiah (keputusan BI naikkan suku bunga) cuma 25 bsp memang tidak cukup," sebutnya ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (18/5/2018).

Menurut dia, dalam menaikkan suku bunga acuan tersebut BI juga memperhatikan dampak dari kenaikan suku bunga terhadap kondisi perekonomian secara keseluruhan.

"BI harus mempertimbangkan apakah kenaikan ini aman untuk perekonomian secara keseluruhan," ucap dia.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 14.100, Apa Komentar Sri Mulyani?

Lana menyebut, saat ini rupiah berada pada level rawan secara psikologis. Rupiah menjadi mudah terguncang, terutama terkait isu penguatan dollar AS.

"Hari ini semua mata uang Asia melemah termasuk yen, jadi enggak tahu di global ada apa. BI sudah berusaha untuk menstabilkan rupiah," ujarnya.

Dia menilai keputusan BI untuk menaikkan suku bunga memang perlu diambil untuk memperlihatkan bahwa BI ada di pasar.

"Mungkin efeknya belum terlihat sekarang. Karena kalau untuk mengejar rupiah memang tidak cukup," ujarnya.

Dikutip dari data Bloomberg, rupiah sore ini melemah 0,7 persen atau 98 poin menjadi Rp 14.156 per dollar AS.


Komentar
Close Ads X