Piala Dunia dengan Merek Indonesia, Ini Tantangannya - Kompas.com

Piala Dunia dengan Merek Indonesia, Ini Tantangannya

Kompas.com - 18/05/2018, 17:33 WIB
Album stiker Piala Dunia 2018 dari Panini.TWITTER.com/OFFICIALPANINI Album stiker Piala Dunia 2018 dari Panini.


JAKARTA, KOMPAS.com - Merek lokal Indonesia di bawah bendera PT Mega Perintis Group menjadi salah satu yang disebut dalam pergelaran Piala Dunia 2018.

"Kami menjadi official product licensed FIFA World Cup Russia 2018," tutur CEO PT Mega Perintis Group FX Afat Adinata menjawab pertanyaan Kompas.com hari ini.

Mega Perintis Group, sebagaimana informasi pada laman manzonestore.com, adalah perusahaan ritel bidang fesyen yang mengusung produk antara lain Manzone, Ollo, Faklondon, Button Ink, MOC, dan Parkson.

Selain Piala Dunia 2018, imbuh Afat, pihaknya juga tahun ini memegang lisensi untuk DC Comics. DS Comics yang merupakan perusahaan hiburan asal Amerika Serikat adalah bagian dari Warner Bros Entertainmnet Inc.

CEO PT Mega Perintis FX Afat Adinata (kiri) dan Corporate Development PT Mega Perintis Erwin Prasetyo memperkenalkan augmented reality melalui Manzone Store App pada peresmian gerai ke-101 Manzone di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (18/5/2018).Kompas.com/Josephus Primus CEO PT Mega Perintis FX Afat Adinata (kiri) dan Corporate Development PT Mega Perintis Erwin Prasetyo memperkenalkan augmented reality melalui Manzone Store App pada peresmian gerai ke-101 Manzone di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Menjadi bagian dari perhelatan akbar sepak bola dunia, terang Afat sejatinya mengandung dua tantangan penting. "Pertama, kami belajar dari merek-merek internasional," ujar Afat yang banyak makan asam garam di perusahaan makanan dan minuman selama lebih dari 17 tahun itu.

Yang kedua, sebagai merek lokal Indonesia pada kegiatan yang diselenggarakan pada 14 Juni 2018 sampai dengan 16 Juli 2018 di Rusia itu, PT Mega Perintis Group tertantang untuk menunjukkan produk, konsep, dan pelayanan.

"Kami tunjukkan hal itu. Kami punya standar seperti merek internasional," katanya.

PT Mega Perintis Group mengandalkan gerai fesyen pria Manzone. Hari ini, Manzone membuka gerai yang ke-101 di Mal Kasablanka, Jakarta Selatan.

Menurut Afat, gerai yang ke-101 ini adalah gerai kedua Manzone yang mengusung konsep pengalaman digital (digital experience). Pengalaman digital adalah pengalaman berbelanja dengan augmented reality melalui Manzone Store App.

"Yang pertama dengan konsep digital experience adalah toko kami di Mal Gandaria City," kata Afat.

Manzone menyasar konsumen pria kelas menengah. Menurut Afat, pasar pria masih tumbuh dengan baik. "Kami memposisikan diri sebagai one stop shopping for man," pungkas Afat.

Pakaian pria di gerai man one stop shopping Manzone, Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Pengelola Manzone, PT Mega Perintis menggandeng Bank Ganesha menggunakan aplikasi mobile banking Bangga untuk proses penjualan produk-produk di Manzone. 
 Kompas.com/Josephus Primus Pakaian pria di gerai man one stop shopping Manzone, Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Pengelola Manzone, PT Mega Perintis menggandeng Bank Ganesha menggunakan aplikasi mobile banking Bangga untuk proses penjualan produk-produk di Manzone.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X