KILAS EKONOMI

Indonesia Bakal Ekspor Jagung 500.000 Ton

Kompas.com - 18/05/2018, 18:33 WIB
Kementerian Pertanian melepas ekspor jagung dari Sumbawa di Pelabuhan Sumbawa Besar, NTB, Selasa (20/3/2018)KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Kementerian Pertanian melepas ekspor jagung dari Sumbawa di Pelabuhan Sumbawa Besar, NTB, Selasa (20/3/2018)


KOMPAS.com - Kementerian Pertanian bakal mengekspor jagung komposit 500.000 ton tahun ini. Meningkatkan luasan tanam jagung mendorong tingginya produksi jagung nasional.

Sejauh ini sejumlah provinsi yang menjadi sentra produksi telah mengirim jagung ke berbagai negara.

Gorontalo, imbuh Amran, telah mengekspor jagung untuk industri pakan ternak sejumlah 80.000 ton hingga Mei 2018.

Sementara, Sulawesi Selatan mengekspor jagung komposit 70.000 ton hingga Mei 2018. Sedangkan, Nusa Tenggara Barat menargetkan ekspor jagung hingga 200.000 ton tahun ini.

“Dari pencapaian tersebut, Indonesia tidak bermimpi atau mengada-ada menargetkan ekspor jagung sebesar 500.000 ton tahun ini,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam siaran tertulis, Jumat (18/5/2018).

(Baca: Jagung Sumbawa Diekspor ke Filipina)

Indonesia juga memiliki sentra produksi jagung yang tak kalah hebat dari tiga provinsi di atas, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, dan Kalimantan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menargetkan ekspor jagung komposit sebesar 500.000 ton pada 2018.Dok. Humas Kementan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menargetkan ekspor jagung komposit sebesar 500.000 ton pada 2018.

Dalam Permendag 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, harga jagung dengan kadar air 15 persen di tingkat petani mencapai Rp 3.150 per kilogram.

Sementara, harga jagung di tingkat konsumen dijual Rp 4.000 per kilogram untuk penjualan di industri pakan ternak.

Promosi komoditas pertanian

Pada berbagai kesempatan seperti lawatan ke negara-negara ASEAN, Amran senantiaasa menawarkan produksi petani Indonesia.

Menurut dia, kawasan Asean berpeluang menjadi pasar ekspor komoditas pertanian. Selain jarak yang relatif dekat, harga produk pertanian Indonesia jauh lebih murah.

Pemerintah melepas ekspor jagung asal Sumbawa, NTB ke Filipina dari Pelabuhan Sumbawa Besar, NTB, Selasa (20/3/2018)KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Pemerintah melepas ekspor jagung asal Sumbawa, NTB ke Filipina dari Pelabuhan Sumbawa Besar, NTB, Selasa (20/3/2018)

Malaysia, misalnya, membutuhkan jagung lebih dari 2 juta ton setiap tahunnya. Sedangkan, Filipina membutuhkan jagung sekitar 1 juta ton per tahunnya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X