Fintech Syariah, Alami Targetkan Pembiayaan Rp 100 Miliar

Kompas.com - 18/05/2018, 22:11 WIB
CEO sekaligus Founder Agregator fintech syariah ALAMI Dima Djani, di Jakarta, Jumat (18/5/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOCEO sekaligus Founder Agregator fintech syariah ALAMI Dima Djani, di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Agregator financial technology (fintech) syariah Alami menargetkan bisa memfasilitasi penyaluran pembiayaan hingga Rp 100 miliar kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga akhir 2018.

"Ya kalau bertumbuhnya seperti sekarang ini kami targetkan bisa sampai Rp 100 miliar," kata CEO sekaligus Founder Alami Dima Djani, di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Dima optimistis bisa mencapai target tersebut lantaran bakal mendapat tambahan mitra dua hingga tiga bank syariah lagi pada semester II 2018. Sebagai informasi, Alami sampai saat ini baru bermitra dengan dua bank syariah, yakni BNI Syariah dan Bank Mega Syariah.

"Tetapi katalis utamanya untuk merealisasikan target itu adalah dengan memperbesar kesadaran brand Alami di tengah komunitas UKM,"  ucap dia.

Baca juga: Aftech Ajukan Draft Kode Etik Fintech ke OJK

Adapun angka Rp 100 miliar tersebut akan disalurkan ke 25 hingga 30 UKM yang mendaftarkan diri ke Alami.

Di sisi lain, sejak Januari-April 2018 Dima menyebutkan, telah membantu penyaluran pembiayaan sebesar Rp 15 miliar untuk lima UKM yang ada di Jabodetabek.

"Pendanaan yang bisa kami fasilitasi itu mulai dari Rp 200 juta sampai Rp 30 miliar," sambungnya.

Sebagai agregator fintech syariah, Alami dibentuk untuk membantu UKM mendapat pendanaan dari bank syariah. Sebab, kata Dima, selama ini UKM kerap tak memiliki koneksi ke bank sehingga harus mencari agen atau branch dengan proses lama.

"Jadi Alami ini merupakan agregator untuk mempercepat proses itu. UKM tinggal daftar untuk saat ini via website dan kemudian kita scoring atau beri peringkat melalui data-data yang diberikan lalu ajukan ke bank syariah," jelas Dima.

Upaya mereka diklaim Dima turut membantu 50 persen kerja bank dalam proses scoring untuk memberikan bantuan pembiayaan bagi UKM.

Dima menambahkan, proses scoring dibagi dua menjadi kualitatif dan kuantitatif. Kalau kualitatif lihat dari lama berdirinya UKM, pengalaman, dan segala macamnya, tetapi kalau kuantitatif itu yang dilihat adalah rasio keuangannya.

"Nah dari sana kami ajukan ke bank syariah dan nanti bank tersebut akan memberikan notifikasi ke UKM terkait ketika menyetujui permintaan pembiayaannya," karena Dima.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Alasan Milenial Perlu Punya Asuransi

3 Alasan Milenial Perlu Punya Asuransi

Spend Smart
Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Whats New
[TREN LYFE KOMPASIANA] Ingin Menikah Muda, Paling Tidak Persiapkan 3 Hal Ini | Mengatasi Tiga Masalah dalam Krisis Usia 25 Tahun | 'Mindfulness' dan Kesediaan Kita Melambat dalam Hening

[TREN LYFE KOMPASIANA] Ingin Menikah Muda, Paling Tidak Persiapkan 3 Hal Ini | Mengatasi Tiga Masalah dalam Krisis Usia 25 Tahun | "Mindfulness" dan Kesediaan Kita Melambat dalam Hening

Rilis
Sandiaga Uno Setuju Tempat Wisata Ditutup jika Tak Patuh Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno Setuju Tempat Wisata Ditutup jika Tak Patuh Protokol Kesehatan

Whats New
Sekali Lagi tentang National Space Agency

Sekali Lagi tentang National Space Agency

Whats New
Kemenkeu Bakal Naikkan PPN, Sandiaga Uno: Timing-nya Belum Tepat

Kemenkeu Bakal Naikkan PPN, Sandiaga Uno: Timing-nya Belum Tepat

Whats New
Cara Buka Rekening TMRW UOB Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening TMRW UOB Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Tingkat Efikasi Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

Tingkat Efikasi Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

Whats New
Berkat Embung, Stok Pangan di Desa Pandulangan, Hulu Sungai Aman dan Terjaga Selama Lebaran

Berkat Embung, Stok Pangan di Desa Pandulangan, Hulu Sungai Aman dan Terjaga Selama Lebaran

Rilis
Peran Perempuan Hingga Nasib Pelaut Jadi Sorotan Forum APHoMSA ke-21

Peran Perempuan Hingga Nasib Pelaut Jadi Sorotan Forum APHoMSA ke-21

Rilis
Daftar Terbaru Fintech P2P Lending Terdaftar dan Kantongi Izin OJK

Daftar Terbaru Fintech P2P Lending Terdaftar dan Kantongi Izin OJK

Whats New
Mudahkan Transaksi Offline, OVO Gandeng Bank Mandiri

Mudahkan Transaksi Offline, OVO Gandeng Bank Mandiri

Rilis
Cara Buka Rekening Digibank Online, Tanpa Perlu ke Bank

Cara Buka Rekening Digibank Online, Tanpa Perlu ke Bank

Earn Smart
Jadi Presiden Grup GoTo, Ini Profil Patrick Cao

Jadi Presiden Grup GoTo, Ini Profil Patrick Cao

Whats New
Karo Humas Kemnaker Sebut Permohonan Penggunaan TKA Masih Dihentikan Sementara

Karo Humas Kemnaker Sebut Permohonan Penggunaan TKA Masih Dihentikan Sementara

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X