Ekonomi Negara Berkembang Dongkrak Jumlah Miliarder di Asia

Kompas.com - 19/05/2018, 13:31 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. THINKSTOCKSIlustrasi pertumbuhan ekonomi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekosistem yang mendukung di negara- negara berkembang kawasan Asia turut mendorong bertambahnya populasi miliarder pada tahun 2017.

Hal itu terungkap melalui hasil laporan sensus miliarder tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Wealth-X, lembaga riset yang fokus pada data tentang masyarakat berpendapatan tinggi.

"Tren pertumbuhan populasi miliuner di Asia tahun 2017 didominasi oleh pertumbuhan ekonomi negara-negara seperti China, Hong Kong, serta India," demikian keterangan tertulis dalam laporan Wealth-X pekan ini.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa untuk pertama kalinya populasi miliarder di Asia menyalip Amerika, dengan total 784 miliarder di Asia dan 727 miliarder di Amerika. Populasi miliarder di Asia juga tumbuh paling tinggi, yakni 29,2 persen dibanding populasi tahun 2016.

Baca juga: Jumlah Miliarder Naik Jadi 2.754 Orang, Total Harta Rp 128.000 Triliun

Selain didukung oleh pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia yang positif, perkembangan populasi miliuner juga ditopang oleh ketahanan nilai tukar mata uang terhadap dollar AS, belanja yang tinggi untuk pembangunan infrastruktur, dan tingginya permintaan dalam berbagai aspek dari masyarakat ekonomi kelas menengah yang makin berkembang.

Untuk peningkatan jumlah kekayaan, paling banyak dari miliuner di kawasan Asia, melalui pertumbuhan 49,4 persen atau dengan nominal setara 2,3 triliun dollar AS.

Peningkatan jumlah kekayaan kedua didapati pada miliarder di negara-negara Amerika sebesar 22,8 persen atau setara dengan 3,2 triliun dollar AS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X