Kompas.com - 21/05/2018, 07:01 WIB
Ilustrasi Rupiah Melemah TOTO SIHONOIlustrasi Rupiah Melemah

Ekonom dari Institute for Development Economic and Finance ( INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, investor masih menghitung kemungkinan kenaikan Fed Fund Rate di bulan Juni mendatang.

Sehingga, mereka memilih untuk menahan untuk mengalirkan dananya ke Indonesia meski BI telah meningkatkan suku bunga kebijakannya. Selain itu, suku bunga kebijakan obligasi AS, US Treasury sebesar 3,1 persen juga dinilai menjadi pertimbangan lain bagi investor.

Ditambah, kemungkinan kenaikan Fed Fund Rate yang diekspektasikan terjadi pada bulan Juni mendatang, diperkirakan akan mendorong imbal hasil US Treasury.

"Jika dibandingkan Indonesia, investor akan tetap memilih AS karena lebih liquid. BI rate nggak akan serta merta menaikkan nilai tukar rupiah karena pasar bermain di ekspektasi," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (18/5/2018).

Sementara itu, Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, rupiah saat ini memang berada pada kondisi yang rentan secara psikologi, dan jika sudah menyentuh level Rp 14.300, akan rupiah akan sangat mudah untuk terdepresiasi lebih jauh.

"Secara technical, kalau ada isu negatif sedikit terkait menguatnya dollar, gampang sekali (rupiah melemah), jadi memang saat ini rawan secara psikologis," ucapnya.

Dia menyebut, jika tujuan BI meningkatkan suku bunga adalah untuk sebatas menjaga stabilitas rupiah, maka 25 bps tidaklah cukup. Namun, jika harus meningkatkan lebih dari 25 bps, BI harus mempertimbangkan kembali dampaknya terhadap keamanan perekonomian secara keseluruhan.

"Keputusan ini perlu diambil untuk memperlihatkan bahwa BI ada di pasar. Mungkin efeknya belum terlihat sekarang. Kalau untuk ngejar rupiah, 25 bps enggak cukup," sebutnya,

Adapun Chief Economist Bank Mandiri Anton Hermnasysah menilai,  saat ini rupiah telah keluar jauh dari nilai fundamentalnya atau undervalued.

Menurut dia, rupiah dapat kembali menguat hingga level Rp 13.800 di akhir tahun.

"Kita tidak memperkirakan akan naik di atas Rp 14.000 bahkan Rp 15.000, kecuali jika ada kesalahan policy atau hal-hal di luar kontrol seperti kerusuhan," ujarnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

“R1Q2” Kode Tetap Tangguh dalam Ketidakpastian (Bagian 5 dari 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

“R1Q2” Kode Tetap Tangguh dalam Ketidakpastian (Bagian 5 dari 8 Artikel Seri Green Ocean Strategy)

Smartpreneur
Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

Whats New
Viral Video Unilever PHK Karyawan, Ini Kata Manajemen

Viral Video Unilever PHK Karyawan, Ini Kata Manajemen

Whats New
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dengan Jaminan Sertifikat Tanah

Spend Smart
 Luna Foundation Guard Lepas Rp 44 Triliun Bitcoin untuk Selamatkan Stablecoin UST

Luna Foundation Guard Lepas Rp 44 Triliun Bitcoin untuk Selamatkan Stablecoin UST

Whats New
Walau BPA Diumumkan, Nasabah AJB Bumiputera akan Tetap Lakukan Aksi 3 Hari

Walau BPA Diumumkan, Nasabah AJB Bumiputera akan Tetap Lakukan Aksi 3 Hari

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 7.000, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 7.000, Simak Rinciannya

Whats New
Semakin Tak Berharga, Terra LUNA Kini Diperdagangkan di Level Rp 2,6 Per Keping

Semakin Tak Berharga, Terra LUNA Kini Diperdagangkan di Level Rp 2,6 Per Keping

Spend Smart
Kurs Rupiah terhadap Dollar AS  di 5 Bank

Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di 5 Bank

Whats New
Begini Cara Memilih atau Mengubah Jasa Pengiriman di Shopee

Begini Cara Memilih atau Mengubah Jasa Pengiriman di Shopee

Spend Smart
Hasil Fit and Proper Test BPA AJB Bumiputera 1912 Diumumkan Hari Ini?

Hasil Fit and Proper Test BPA AJB Bumiputera 1912 Diumumkan Hari Ini?

Whats New
Shanghai Bakal Akhiri Lockdown, Harga Minyak Mentah Melonjak Tembus 114 Dollar AS

Shanghai Bakal Akhiri Lockdown, Harga Minyak Mentah Melonjak Tembus 114 Dollar AS

Whats New
IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Hijau

IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Hijau

Whats New
Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Bermeterai

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Bermeterai

Whats New
Hadiri Changi Aviation Summit 2022, Menhub Akan Bahas Kebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Hadiri Changi Aviation Summit 2022, Menhub Akan Bahas Kebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.