Kompas.com - 21/05/2018, 19:30 WIB
Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Moch Ihsanuddin ketika memberikan penjelasan kepada awak media, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/Mutia FauziaDeputi Komisioner Pengawas IKNB II Moch Ihsanuddin ketika memberikan penjelasan kepada awak media, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri pembiayaan atau multifinance pada Maret 2018 berada dalam kondisi sehat.

Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan aset per akhir Maret yang mencapai Rp 34,4 triliun atau 7,65 persen secara year on year menjadi Rp 483,92 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Moch Ihsanuddin menambahkan, untuk pembiayaan piutang mengalami peningkatan 6,08 persen atau Rp 24,02 triliun dengan nilai outstanding kewajiban dan komitmen mencapai Rp 419,2 triliun.

"Perlu juga kami tambahkan. Tentu ini sebagai bahan. Sumber pendananaanya itu memang mayoritas dari pinjaman. Bisa terdiri dari pinjaman luar negeri dalam negeri juga bisa dengan penerbitan bond atau obligasi atau medium term note (MTN)," ujarnya, Senin (21/5/2018).

Pertumbuhan pembiayaan ini pada Maret 2018 mengalami pertumbuhan hingga 8,40 persen yoy. Jika dirinci, untuk pinjaman dalam negeri sejumlah Rp 179,8 triliun atau 52,5 persen dari total sumber pembiayaan.

Sementara untuk pembiayaan luar negeri berjumlah Rp 91,5 triliun atau 27 persen dari total sumber pembiayaan.

"Untuk peneribitan surat berharga baik obligasi atau MTN sejumlah Rp 71,7 triliun atau 20,9 persen dari total pinjaman mereka," tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun laba juga mengalami peningkatan. Untuk tiga bulan pertama tahun 2018 ini, industri pembiayaan sudah membukukan laba hingga Rp 3,74 triliun atau tumbuh 2,56 persen. Kemudian dengan pertumbuhan laba juga meningkatakan return on asset (ROA) 4,36 persen dan return on equity (ROE) sebesar 13,2 persen.

Selain itu, untuk NPF (non performing fund/kredit bermasalah) untuk net 1,17 persen, sementara secara gross 3,25 persen.

"Memang ini terjadi peningkatan tapi hanya komanya saja secara year on year per Maret 2017 gross nya 3,16 persen. Jadi naiknya tidak terlalu banyak dan ini dialami seluruh industri yang menyalurkan pembiayaan," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.