Bappenas Siapkan Skema Pembiayaan Campuran untuk Pengusaha EBT

Kompas.com - 22/05/2018, 17:30 WIB
Sejumlah petugas Pertamina melakukan pemeriksaan pengerjaan proyek Pambangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), di Rumah Sakit Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, Senin (17/7/2017). Pembangkit ini masuk kategori Energi baru Terbarukan. ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIASejumlah petugas Pertamina melakukan pemeriksaan pengerjaan proyek Pambangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), di Rumah Sakit Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, Senin (17/7/2017). Pembangkit ini masuk kategori Energi baru Terbarukan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasnal (PPN/BAPPENAS) sedang menyusun skema pembiayaan campuran ramah lingkungan (green financing) yang ditujukan untuk perusahaan-perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT).

Menteri PPN Bambang Brodjonegoro mengatakan, melalui skema pinjaman pembiayaan campuran (blended financing) ini, pengusaha dapat melakukan peminjaman dengan biaya murah.

"Kita bikin low cost financing yang blended. Perbankan yang komerisal dicampur dengan perusahaan non perbankan, non komersial. Kalau komerisal itu mungkin ketinggian, makannya kita campur supaya lebih rendah. Itu skema saja, bikin skema baru," ujarnya ketika ditemui awak media di Gedung BAPPENAS, Selasa (22/5/2018).

Bambang menuturkan, pihak yang berperan untuk mencari pendanaan EBT adalah ICCTF (Indonesian Climate Change Trust Fund) dan PINA (Pembiayaan Investasi Non-Anggaran).

Bambang menambahkan, saat ini banyak institusi yang menyediakan skema green financing sebagai insentif bagi negara atau perusahaan untuk go green.

"Jadi kalau insentif ya sifatnya harus berbiaya murah. Jangan sampai green financing hanya digunakan untuk green project, tapi juga punya cost yang tidak terlalu tinggi," jelasnya.

Indonesia sendiri, pada tahun 2019 menargetkan untuk dapat menurunkan kadar emisi hingga 29 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga untuk mendukung upaya ini, pemerintah perlu untuk menggenjot bauran penggunaan EBT yang rencananya pada tahun 2025 mendatang mencapai 23 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.