Pasar Modal Masih Fluktuatif, 5 Perusahaan Tunda IPO

Kompas.com - 23/05/2018, 09:30 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar modal domestik masih tertekan. Hal ini menyebabkan beberapa perusahaan memutuskan menunda proses initial public offering ( IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Mengutip Kontan.co.id, Rabu (23/5/2018), Direktur Penilaian BEI Samsul Hidayat menyebutkan setidaknya ada lima perusahaan yang menjadwalkan ulang (reschedule) IPO. Mereka antara lain PT Wahana Vinyl Nusantara, PT Wika Realty, PT Harvest Time, dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis.

Samsul tidak menyebutkan identitas satu perusahaan lain yang menunda IPO. "Kami belum tahu penundaan sampai kapan, belum ada schedule," kata Samsul, Selasa (22/5).Tapi, sebelumnya disebutkan bahwa PT Wahana Duta Karya Rucika juga tunda rencana IPO.

Seiring dengan tertundanya rencana IPO lima perusahaan, saat ini di pipeline BEI tinggal sekitar 24 perusahaan yang menunggu masa pra efektif. Sepanjang tahun ini, BEI optimistis jumlah perusahaan IPO akan lebih dari 35 perusahaan.

Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi menilai, saat ini pasar saham bergerak volatil akibat sentimen makroekonomi dari dalam usai kenaikan suku bungan acuan BI dan dari luat negeri.

Saat ini, perusahaan tengah mengalkulasi ulang rencana IPO, apakah lebih baik memperoleh pendanaan lewat IPO atau cukup dari pinjaman bank. Menurut Wafi, emiten layak menunda IPO lantaran pasar cenderung lesu.

Otomatis, perusahaan mencari sumber pendanaan lain yang lebih atraktif. Untuk IPO, perusahaan ingin menjual sahamnya di harga yang lebih bagus. "Mungkin akan ditunda hingga ketidakpastian mereda," ungkap Wafi, kemarin.

Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra mengemukakan, keputusan menunda IPO di saat pasar berfluktuasi tajam merupakan pilihan masuk akal. "Pemilik usaha tak ingin mengambil risiko di saat kondisi pasar seperti sekarang, tutur dia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin tutup di 5.751,12 dan belum mampu menembus level 6.000. Selama IHSG masih di bawah 6.000, perusahaan tampaknya enggan menggelar IPO, ungkap analis Narada Kapital Indonesia Kiswoyo Adi Joe. (Elisabet Lisa Listiani Putri)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Lima perusahaan menunda niat go public



Sumber

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X