Gejolak Rupiah Jadi Catatan Bagi Gubernur BI Berikutnya

Kompas.com - 23/05/2018, 11:10 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAGubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta pengganti Agus Martowardojo sebagai Gubernur BI mampu mengatasi gejolak nilai tukar rupiah yang kian melemah terhadap dollar AS.

Agus akan mengakhiri jabatannya sebagai orang nomor satu di bank sentral pada hari ini, Rabu (23/5/2018), setelah lima tahun menjabat.

"Selisih dan perjalanan rupiah belakangan ini harus menjadi catatan bagi Gubernur BI baru pengganti Agus," ujar Misbakhun melalui keterangan tertulis, Rabu (23/5/2018).

Misbakhun juga memberi catatan kritis bagi kinerja Agus dalam lima tahun belakangan. Agus diangkat menjadi gubernur BI pada Mei 2013 saat kurs dollar AS berada di posisi Rp 9.700.

Saat Agus purna bakti, nilai tukar dollar AS mencapai Rp 14.200. Dengan demikian, ada selisih Rp 4.200 dalam hal kurs dollar AS saat Agus mulai menduduki posisi Gubernur BI dengan akhir masa jabatannya.

Misbakhun meminta agar Gubernur BI selanjutnya memberi solusi konkrit untuk mengangkat nilai tukar rupiah.

“Angka Rp 14.200 ini akan menjadi sebuah notifikasi baru bagi kita, akan ke mana nilai tukar ini kita dibawa? Apakah kita akan melakukan redominasi, atau akan kita turunkan melalui mekanisme yang ada?” kata Misbakhun.

Misbakhun menambahkan, cadangan devisa RI pada akhir April lalu di angka 124,9 miliar dollar AS. Sedangkan kini jumlah devisa turun menjadi 105,2 miliar dollar AS. Hal tersebut sebagai dampak adanya operasi moneter ketika kurs memasuki zona Rp 14.000.

Misbakhun mempertanyakan efektivitas operasi moneter yang dilakukan BI tersebut. Padahal, kata dia, saat ini BI tak hanya memiliki undang-undang tersendiri, tetapi juga diperkuat dengan UU Transfer Dana dan UU Devisa Bebas.

Menurut Misbakhun, fundamental ekonomi yang kuat seharusnya tak terlalu terpengaruh gejolak di mancanegara. Ia menambahkan, harus ada strategi panjang ke depan untuk membangun bank sentral.

“Review panjang saya ini menjadi bahan refleksi bagaimana BI ke depan dikelola. Bagaimana BI ke depan dijalankan dan dioperasionalkan menjadi kebijakan moneter yang memberi dampak langsung terhadap kemakmuran rakyat,” kata Misbakhun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X