Menhub Sebut Bandara Kertajati Terbesar Kedua Setelah Soekarno-Hatta

Kompas.com - 24/05/2018, 21:43 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat diwawancarai di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (20/5/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat diwawancarai di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (20/5/2018).

MAJALENGKA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, landasan pacu Bandara Internasioanal Jawa Barat (BIJB) di Kertajati akan diperpanjang dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter.

Perpanjangan runway bandara tersebut ditargetkan akan rampung di akhir tahun 2018 ini.

" Bandara kertajati adalah salah satu bandara internasional dengan runway yang direncanakan 3.000, yang sekarang 2.500 meter. 3.000 meter akan selesai bulan November. Berarti bandara ini bisa didarati pesawat berbadan lebar," ujar Budi di Bandara Kertajati, Majalengka, Kamis (24/5/2018).

Budi menambahkan, bandara ini memiliki kapasitas lima juta pertahun dengan pergerakan pesawat sebanyak 200 dalam per harinya.

Baca juga: Pesawat Kepresidenan Mendarat, Bandara Kertajati Resmi Beroperasi

"Bahwasannya seperti yang disampaikan tadi, Jawa Barat memiliki bandara terbesar setelah Soekarno-Hatta," kata Budi.

Budi mengungkpan, pemerintah akan segera menyelsaikan proyek jalan tol Cisumdawu sebagai akses penghubung ke Bandara Kertajati. Selain itu, bandara tersebut juga akan terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban di Subang.

"Kertajati tidak berdiri sendiri, direncanakan akan menjadi pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat karena kurang lebih 40 kilometer ada pelabuhan Patimban yang sama besarnya dengan Tanjung Priok," ucap dia.

Kompas TV Menhub menyatakan, Bandara Kertajati siap digunakan pada Juni 2018 mendatang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X