OJK: Kerugian akibat Investasi Ilegal Lebih dari Rp 100 Triliun

Kompas.com - 25/05/2018, 15:06 WIB
 Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso mengatakan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kerugian akibat investasi ilegal atau bodong mencapai Rp 100 triliun.

"Total kerugian akibat kegiatan investasi ilegal dalam 10 tahun terakhir mencapai lebih dari Rp 100 triliun. Tentunya ini perlu kita cegah," ujar Wimboh di komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Wimboh menjelaskan, maraknya penipuan investasi bodong salah satunya karena masih rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap produk keuangan yang hanya 29,7 persen.

"Berdasarkan hasil survei tahun 2016, tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap produk keuangan hanya mencapai 29,7 persen, naik dari tahun 2013 yang sebesar 21,8 persen. Secara spasial indeks literasi atau pemahaman masyarakat di pulau Jawa berkisar 34 persen - 40 persen, lebih baik daripada di luar Jawa," kata Wimboh.

Baca juga: 4 Modus Investasi Ilegal Ini Bakal Tetap Marak

Berdasarkan hal tersebut, kata Wimboh, keberadaan satgas waspada investasi sangat penting di tengah masyarakat.

"Tentu ini menjadi tugas kita semua untuk mencoba mendidik dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan sektor jasa keuangan. Salah satu tugas satgas terkait hal ini adalah melakukan edukasi kepada pelaku industri sektor jasa keuangan dan juga masyarakat," ucap Wimboh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X