Gaya Hidup Ini Bisa Membuat Kantong Sehat

Kompas.com - 28/05/2018, 11:34 WIB
Ilustrasi hidup sehat HalfpointIlustrasi hidup sehat

KOMPAS.com - Gaya hidup memang menjadi salah satu hal yang memengaruhi keuangan seseorang. Dengan gaya hidup yang tidak sehat, sangat mungkin membuat keuangan berantakan, akibat boros, atau bahkan harus membayar biaya pengobatan yang mahal karena mengonsumsi makanan dan minuman yang mudah mendatangkan penyakit.

Tak dimungkiri, masih banyak orang yang beranggapan bahwa menerapkan gaya hidup sehat itu butuh biaya mahal, bahkan cenderung rumit. Berbagai alasan sering menjadi penyebab pola hidup sehat sulit diterapkan.

Padahal, sejatinya dengan gaya hidup sehat, maka akan sangat membantu keuangan Anda. Tanpa disadari, jika dijalankan dengan tepat, maka gaya hidup sehat mampu memberikan banyak kegunaan, baik bagi tubuh, maupun keuangan.

Gaya hidup sehat bukanlah sulit untuk dilakukan jika Anda memiliki komitmen dan disiplin yang tinggi. Lalu, bagaimana menerapkan gaya hidup sehat yang mudah dilakukan dan bisa membuat kantong juga sehat?

Baca juga: Gaya Hidup Bergeser, Orang Lebih Pilih Travelling Ketimbang Belanja

Simak beberapa gaya hidup yang bisa Anda terapkan untuk mengamankan keuangan, seperti dikutip dari Cermati.com.

1.  Buang jauh-jauh pikiran negatif

ilustrasiDragonImages ilustrasi
Hal pertama yang harus dilakukan bila ingin menerapkan gaya hidup sehat adalah membuang jauh-jauh pikiran negatif yang seringkali menempel di kepala. Sebab segala sesuatunya berawal dari bagaimana kita dalam berpikir, atau memandang segala sesuatunya dari sudut pandang yang seperti apa.

Jika kita selalu berpikiran negatif, maka semua yang kita lihat, kita dengar, seolah tidak ada yang baik dan benar. Semuanya terasa salah saja di mata kita, atau selalu merasa iri dengan orang lain. Inilah yang bisa menggerogoti pola pikiran sehat Anda.

Dan bukan tak mungkin, pikiran yang selalu negatif itu akan menggerogoti keuangan Anda. Bagaimana tidak?

Sebagai contoh, ada seorang rekan yang membeli barang bermerek dan mahal. Nah, karena merasa iri, akhirnya juga ikut membeli barang serupa atau lebih mahal karena ada keinginan untuk menyaingi. Bila ini yang terjadi, maka sudah pasti akan membuat kantong “sakit”, bukan? Apalagi bila ternyata keuangan hanya pas-pasan saja.

Baca juga: 4 Cara Mudah Menikmati Gaya Hidup Tanpa Menjebol Isi Dompet

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X