Gunakan Jasa Pengiriman Pos, Pola Baru Penyelundupan Sindikat Narkoba

Kompas.com - 28/05/2018, 14:35 WIB
Bea Cukai dan adan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan barang bukti berupa daun khat kering dan ribuan pil ekstasi, Senin (28/5/2018). KOMPAS.com/Mutia FauziaBea Cukai dan adan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan barang bukti berupa daun khat kering dan ribuan pil ekstasi, Senin (28/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan penyelundup narkotika melalui pengiriman pos.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, modus pengiriman melalui pos ini menjadi peringatan bagi petugas Bea Cukai bahwa pola penyelundupan narkotika telah beralih.

"Kiriman-kiriman pos dan express courier ini jadi alert bagi petugas, bahwa mereka (sindikat dan jaringan penyelundup narkoba) sudah mengalihkan modus," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Senin (28/5/2018).

Heru menjelaskan, dalam kasus penyelundupan kali ini, sindikat membagi barang selundupan berupa pil ekstasi menjadi 4 paket dalam jumlah kecil yang dikirimkan secara serentak. Paket pertama berisi 3080 butir, paket kedua berisi 3163 butir, paket ketiga 2993 butir, dan paket keempat 3268 butil pil ekstasi.

"Modus yang digunakan adalah dengan menggunakan false compartement dengan menaruh narkotika di dinding kardus paket barang kiriman," lanjutnya.

Menurut Heru, sindikat melihat adanya peluang melakukan pengiriman melalui kantor pos dalam partai-partai kecil untuk meminimalisir risiko karena pengiriman via pos di luar kuasa bea cukai.

"Selain itu, dari segi ongkos juga lebih murah," ujar Heru.

Dirinya melanjutkan, semakin tingginya frekuesi perdagangan lintas batas (cross border) oleh e-commerce juga dapat menjadi modus distribusi barang haram oleh sindikat narkoba ini.

"Tren peningkatan perdagangan lintas batas oleh e-commerce itu bisa menjadi alat distribusi menjadi lebih masif atau massal. Mereka berlindung di balik frekuensi besar e-commerce," tukasnya.

Sebagai informasi, Bea Cukai bersama dengan BNN telah mengungkap penyelundupan 68 kg katinon dan 15.487 pil ekstasi. Katinon sendiri merupakan narkotika jenis psikotropika alami dalam bentuk daun kering, yang dapat menimbulkan efek halusinasi jika digunakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang Waisak, AP I Layani 651.474 Penumpang

Libur Panjang Waisak, AP I Layani 651.474 Penumpang

Whats New
BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial

Whats New
Soal Penangkapan Lin Che Wei, Kemenko Perekonomian: Sudah Tidak Menjabat Anggota Tim Asistensi Sejak Maret 2022

Soal Penangkapan Lin Che Wei, Kemenko Perekonomian: Sudah Tidak Menjabat Anggota Tim Asistensi Sejak Maret 2022

Whats New
Foto Erick Thohir 'Mejeng' di ATM Bank BUMN, Ini Kata Komisi VI DPR

Foto Erick Thohir "Mejeng" di ATM Bank BUMN, Ini Kata Komisi VI DPR

Whats New
IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

Whats New
Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Rilis
OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

Whats New
Quantitative Easing, Taper Tantrum dan Ekonomi Indonesia

Quantitative Easing, Taper Tantrum dan Ekonomi Indonesia

Whats New
Pembangunan Capai 98 Persen, Pasar Sibolga Nauli Ditargetkan Beroperasi Juni 2022

Pembangunan Capai 98 Persen, Pasar Sibolga Nauli Ditargetkan Beroperasi Juni 2022

Whats New
Serikat Pekerja Laporkan Dunkin' Donuts ke Menaker karena Tak Bayar THR dan Upah Pekerja yang Dirumahkan

Serikat Pekerja Laporkan Dunkin' Donuts ke Menaker karena Tak Bayar THR dan Upah Pekerja yang Dirumahkan

Whats New
BEI Sebut Tidak Ada Penundaan IPO di Tengah Kondisi Pasar yang Bergejolak

BEI Sebut Tidak Ada Penundaan IPO di Tengah Kondisi Pasar yang Bergejolak

Whats New
Daftar Lengkap Harga Minyak Goreng di Indomaret & Alfamart, 3 Minggu Usai Jokowi Larang Ekspor CPO

Daftar Lengkap Harga Minyak Goreng di Indomaret & Alfamart, 3 Minggu Usai Jokowi Larang Ekspor CPO

Spend Smart
Nasabah Belum Puas dengan BPA Bumiputera yang Terpilih

Nasabah Belum Puas dengan BPA Bumiputera yang Terpilih

Whats New
Cara Menghapus Akun Tokopedia di HP, Apakah Bisa Ditutup Permanen?

Cara Menghapus Akun Tokopedia di HP, Apakah Bisa Ditutup Permanen?

Spend Smart
Pinjaman Fintech Lending ke UMKM Capai Rp 13,2 Triliun

Pinjaman Fintech Lending ke UMKM Capai Rp 13,2 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.