Perbedaaan Bunga di PT Pegadaian dan Rumah Gadai

Kompas.com - 30/05/2018, 12:11 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggadaikan barang untuk mendapatkan uang dengan waktu relatif cepat telah banyak dilakukan masyarakat. Tempat untuk menggadaikan tersebut kemudian semakin semarak dengan kehadiran pegadaian swasta, di samping PT Pegadaian milik pemerintah.

Bermacam produk gadai ditawarkan oleh dua institusi pegadaian tersebut. Namun, PT Pegadaian yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerima lebih banyak barang yang ingin digadaikan oleh nasabahnya.

"Untuk produk gadai kita yang KCA atau kredit cepat aman itu barang yang kita terima bisa emas, elektronik, maupun kendaraan bermotor," kata salah satu pegawai Kantor Cabang Pegadaian Pasar Ciputat yang tak mau disebutkan namanya, kepada Kompas.com, Senin (28/5/2018).

Tenor yang ditetapkan PT Pegadaian untuk produk gadai KCA tersebut adalah maksimal 4 bulan. Jika nasabah tidak menebus barang gadainya dalam kurun waktu tersebut, maka barang tersebut akan dilelang.

Baca juga: Ini Taksiran Harga Motor hingga Ponsel di Pegadaian dan Pusat Gadai

Meski demikian, tenor tersebut dapat diperpanjang setelah adanya konfirmasi dari nasabah ke kantor cabang. Tenor baru dapat diperpanjang jika nasabah membayar bunga atau sewa modal selama waktu empat bulan tersebut.

"Hitungan di kami untuk sewa modal itu adalah per 15 hari sebesar 1,15 persen. Jadi kalau sebulan ya tinggal dikali dua jadi 2,3 persen dan itu mesti dibayarkan dulu selama empat bulan baru bisa diperpanjang," tuturnya.

Dengan kata lain, bunga yang ditetapkan PT Pegadaian pada nasabahnya untuk produk KCA adalah sebesar 9,2 persen untuk tenor 4 bulan.

Di sisi lain, pusat gadai swasta menetapkan bunga yang lebih besar dari PT Pegadaian. Menurut penuturan salah seorang karyawan rumah gadai di Kampung Utan, Ciputat, bunga yang dibebankan kepada konsumennya adalah sebesar 10 persen dengan tenor hanya satu bulan.

"Jangka waktunya itu satu bulan, kalau nebusnya di bawah 15 hari dari tanggal gadai kena bunga 5 persen. Kalau ditebusnya 16 hari sampai dengan 30 hari dikenakan bunga 10 persen," ungkapnya.

Opsi perpanjangan tenor satu bulan pun diberikan pegadaian swasta tersebut, tetapi dengan catatan dikenakan tambahan 10 persen biaya perpanjangan masa gadai tersebut. Namun, ketika selama 2 bulan itu barang tidak ditebus dan tidak dikonfirmasi kembali maka barang akan masuk data lelang.

Selain dari segi bunga, perbedaan lain antara PT Pegadaian dan pegadaian swasta terletak pada barang yang digadaikan. Dari beberapa pegadaian swasta yang Kompas.com datangi, tidak ada satupun menerima barang gadai berupa emas.

Mereka lebih suka menerima barang gadai berupa alat elektronik seperti TV, laptop, handphone, dan kamera DSLR serta kendaraan bermotor seperti mobil dan motor.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X